Selasa, 18 Oktober 2011

LEMBAR KERJA SISWA








LEMBAR KERJA SISWA
Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran






Disusun oleh :
Tri Mardiyanti R. (090210102039)








PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2011

LEMBAR KERJA SISWA


Pembelajaran Praktis Kreatif dan Aktif

FISIKA
Untuk
SMA- IPA semerter I

KELAS
Oleh:
TRI MARDIYANTI R.
090210102039

Turut Mencerdaskan Anak Bangsa


KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan Lembar Kerja Siswa (LKS) ini. Tak lupa pula, ucapan terima kasih kepada Dosen Pengajar dan rekan-rekan mahasiswa yang telah membantu dalam proses penyelesaian LKS ini. Dengan LKS ini saya berharap dapat memberikan manfaat dan membantu kelancaran proses belajar mengajar serta mempercepat tercapainya program nasional dibidang pendidikan, sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat yang berbunyi “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.
Tak ada gading yang tak retak, begitu pula dalam penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS) ini, saya menyadari kekurangan dan keterbatasan dalam LKS ini, namun saya berharap saran dan kritik yang membangun demi perbaikan selanjutnya.







Jember, 12 Maret 2011

PENYUSUN










DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi i
Kompetensi Dasar, Indikator dan tujuan 1
Materi pokok: BUNYI
A. Sifat-sifat Dasar Bunyi 2
B. Mengukur Cepat Rambat Bunyi 3
1. Cepat rambat bunyi di dalam medium zat padat 3
2. Cepat rambat bunyi di dalam gas 3
3. Cepat Rambat bunyi di udara 4
C. Melihat dan Mendengar Gelombang Bunyi 4
D. Taraf Intensitas Bunyi 6
E. Resonansi 8
F. Pelayangan Gelombang 9
G. Efek Dopler 9
Soal Latihan Pilihan Ganda 12
Soal Latihan Uraian 14
Kunci Jawaban 15
Daftar Pustaka 17










KOMPETENSI DASAR
Melakukan kajian ilmiah untuk mengenali gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi serta penerapannya.

INDIKATOR
Memformulasikan sifat-sifat dasar gelombang bunyi.
Mengklasifikasikan gelombang bunyi berdasarkan frekuensinya.
Menformulasikan gejala pelayangan bunyi.
Membuat ulasan tentang Efek Dopler untuk gelombang bunyi misalnya pada sonar.

TUJUAN
Siswa dapat memformulasikan sifat-sifat dasar gelombang bunyi.
Siwa dapat mengklasifikasikan gelombang bunyi berdasarkan frekuensinya.
Siswa dapat menforang mulasikan gejala pelayangan bunyi.
Siswa dapat membuat ulasan tentang Efek Dopler untuk gelombang bunyi misalnya pada sonar.












IPA (FISIKA)
Pokok Bahasan : 1. Bunyi
Sub Pokok Bahasan : 1.1 Sifat-sifat Dasar Bunyi
1.2 Mengukur Cepat Rambat Bunyi
1.3 Mendengar dan Melihat Gelombang
Bunyi
1.4 Taraf Intensitas Bunyi dan
Pelayangan Gelombang
1.5 Efef Dopler
Nilai Paraf
Guru Orang Tua


URAIAN MATERI
GELOMBANG BUNYI
Sifat-sifat Dasar Bunyi
Jika kita amati pada sebuah pengeras suara, kita dapat merasakan adanya daerah di depan pengeras yang dalam proses perambatan bunyi mempunyai perbedaan tempat. Dimana tekanan udara bertambah dari tekanan normal adalah suatu rapatan, sedangkan tempat dimana tekanan bertambah kecil dari tekana normal disebut adalah suatu regangan.
Dearah ini tidaklah akan terjadi jika pengeras suara berada pada suatu tempat hampa udara. Dengan demikina dapat disimpulaka bahwa sifat-sifat dasr bunyi adalah sebagai berikut:
Bunyi dihasolkan dari sumber bunyi.
Energi sumber bunyi dipindahkan dalam bentuk gelombang longitudinal.
Bunyi dikenal oleh telinga atau suatu instrument cepat rambat gelombang bunyi di udara yang dipengaruhi oleh suhu dan massa jenis zat.
Seperti yang pernah kita pelajari bahwa syarat agar terjadi dan terdengar bunyi adalah ada sumber bnunyi, medium, dan penerima (pendengar).




Mengukur Cepat Rambat Bunyi.
Kita telah mengetahui bahwa gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal. Agar lebih mudah memahami hubungan anatara frekuensi, cepat rambat, dan panjang gelombang sutu sumber bunyi
Bila waktu yang diperlukan untuk merambat satu gelombang (λ) disebut periode (T) dari cepat rambat gelomabng bunyi (v) maka: Dimana:
λ= panjang gelombang bunyi (m) ……………(1)
v= cepat rambat bunyi (m/s)
T= periode (s)
Karena T=1/f maka, v=f.λ
f= frekuensi (Hz) f= frekuensi gelombang (hertz)











Cepat rambat bunyi di dalam medium zat padat.
Cepat rambat bunyi dalam zat padat tergantung pada modulus young dan massa jenis zat padat.

………………………………(2)
Dengan:
E= modulus Young (N/m^2) dan ρ= massa jenis bahan/ zat padat (kg/m^2)

Kita ketahui bahwa modulus Young= tegangan/reganagn

Cepat rambat bunyi di dalam gas.
Cepat rambat bunyi dalam gas tergantung pada suhu dan jnis gas.

…………………………………...(3)

Dengan:
V= cepat rambat bunyi (m/s)
ϒ= konstanta Laplace
R= konstanta gas umum (J/mol K)
M= massa molekul relative gas
Cepat rambat bunyi tidak tergantung pada tekanan.
Cepat rambat bunyi berbanding lurus dengan akar kuadrat suhu mutlak.

Cepat Rambat bunyi di udara.
Untuk mengukur cepat rambat bunyi di udara, sebagai contoh percobaan. Sebuah tabung (tabung resonansi) berada dalam suatu bejana yang berisi air dan diatasnya. Ketika garpu tala dibunyikan dan perlahan-lahan tabung ditarik ke atas sampai terdengar dengungan pertama. Pada saat ini posisi di permukaan air terbentuk simpul S, dan pada ujung tabung terpentuk simpul perut P. sehingga jarak antara simpul dan perut yang berdekatan adalah 1/4λ. Sehingga I_1= 1/4λ, dan jika tabung perlahan ditarik kembali ke atas maka akan terdengar dengungan pada jarak I_2= 3/4λ.
Mengingat bahea diameter tabung lebih kecil daripada diameter gelombang maka perut gelombang tidak tepat pada ujung tabung, sehingga terjadi koreksi sebesar C.
█(I_1=1/4λ@I_2= 3/4 λ)/(I_1-I_2=1/2 λ) –
Atau
Λ=2(I_1-I_2) ………………………………………..(4)
Karena frekuensi garpu tala sudah diketahui maka cepat rambat bunyi di udara dapat dihitung dengan: v= f.λ
Melihat dan Mendengar Gelombang Bunyi
Klasifikasi Gelombang Bunyi
Sumber bunyi adalah benda-benda yang bergetar dan dapat menghasilkan bunyi atau suara, tetapi tidak semua getaran dapat didengar oleh telinga manusia. Getaran bunyi yang
dapat diterima oleh pendengara manusia normal berkisar pada frekuensi 20 Hz sampai dengan 20.000 Hz. Getaran ini dikenal dengan getaran Audiosonik.
Getaran dibawah 20 Hz dan di atas 20.000 Hz tidak dapat didengar oleh telinga manusia normal.
Getaran yang frekuensinya di bawah 20 Hz dikenal dengan getaran Infrasonik,yang mampu didengar seperti jangkrik dan hewan kecil lainnya. Beruntunglah kita hanya mampu mendengar bunyi yang jangkauan frekuensinya terbatas 20 Hz- 20.000 Hz. Seandainya kita dapat mendengar bunyi dengan jangkauan frekuensi tidak terbatas, maka dunia ini sangat ramai bagi kita. Tidak ada lagi kesunyian, sebab bunyi yang snagat lemah pun dpat kita dengar. Akibatnya kita tidak akan dapat tidur nyenyak.
Getaran yang frekuensinya diatas 20.000 Hz dikenal dengan getaran Ultrasonik. Ada beberapa hewan yang dapat mendengarkan getaran bunyi di daerah ultrasonik. Anjing dapat mendengarkan sampai frekuensi 25.000 Hz, kucing dapat mendengarkan sampai frekuensi 65.000 Hz, dan ikan lumba-lumba dapat mendengarkan sampai frekuensi 150.000 Hz.
Kegunaan gelombang Ultrasonik sebagai berikut:
Kelelawar
Gelombag Ultrasonik yang dipancarkan oleh kelelawar untuk mengetahui suatu jarak benda terhadap dirinya berdasarkan selang waktu yang diperlukan oleh gelombang pancar untuk kembali ke kelelawar. Itu sebabnya kelelawar yang terbang pada malam hari tidak pernah menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya.
Mengukur Kedalaman Laut atau Kedalaman Gua
Teknik pemantulan pulsa Utrasonik dapat dimanfaatkan untuk mengukur kedalaman laut dibawah kapal. Pulssa ultrasonic dipancarkan dan diterima oleh Fathormeter. Dengan mencatat selang waktu antara saat pulsa dikirim dan saat pulsa diterima, maka kedlaman laut dapat dihitung dengan persamaan:
h= (v.t)/2 ..................................(5)
dengan:
h= kedalaman laut
v= kecepatan gelombang di dalam air laut (m/s)
t= waktu yang diperlukan gelombang pergi-pulang (s)
















Mendeteksi kerusakan logam dalam tanah atau dalam pipa air.
Penggunaan dalam bidang kedokteran
Pemeriksaan untuk melihat bagian dalam tubuh manusia dengan menggunakan pulsa-pulsa ultrasonic dinamakan USG (ultrasonografi). Penggunaan gelombang Ultrasonik di dalam bidang kedokteran lebih aman daripada sinar X yang dapat erusk sel-sel tubuh manusia. Penggunaan ini seperti melihat janin, lever, menemukan gumpalan tumor dan lainnya.
Melihat Bunyi
Peralatan yang dugunakan untuk melihat gelomabng bunyi adalah Osiloskop
Gambar osiloskop
Bentuk gelombng yang tampak dalam osiloskop ini menunjukkan warna atau kualitas bunyi atau timbre dari sumber bunyi.
Jika sumber bunyi yng diterima microfone osiloskop adalah garpu tala maka gelombang bunyi akan tampak berbentuk sinusoida murni.
Tinggi Nada dan Kualitas Bunyi.
Tinggi dan rendahnya suatu nada bergantung pada frekuansi nada tersebut, artinya semakin tinggi fekuensi suatu bunyi semakin tinggi nada bunyinya, atau semakin rendah suatu frekuensi bunyi semakin rendah bunyinya.
Kuat dan lemahnya bunyi bergantung padaamplitudo getaran sumber bunyi. Semakin besar amplitudo sumber getaran, maka semakin kuat sumber bunyi yang dihasilkan juga semakin besar.
Kata kuat dalam bunyi adlah nyaring.

Taraf Intensitas Bunyi
Setiap makhluk di alam semesta ini mempunyai batas intensitas pendengaran. Batas intensitas bunyi yang didengar telinga manusia adalah sbb:
Intensitas terkecil yang masih dapat menimbulkan rangsangan pendengaran pada telinga dalah sebesar 〖10〗^(-12) watt/m^2 yang disebut sebagia batas ambang pendengaran.
Intensitas terbesar yang masih mampu diterima telinga manusia tanpa rasa sakit adlah sebesar 1 watt/m^2 yang disebut intensitas ambang perasaan.
Taraf intensitas (TI) sebanding dengan logaritma perbandingan antara intensitas bunyi yang terdengar dan mempunyai satuan decibel (dB). Secara matematis hubungan I dan TI ditulis:
………………………………(6)
Dengan:
TI= taraf intensitas (dB)
I= intensitas bunyi (W/m^2)
I_0= 〖10〗^(-12) W/m^2
= intensitas ambang pendengaran
1 bel (B)= 10 desibel (dB)
















Dapat pula diselesaikan dengan menggunakan persamaan khusus:

………………………..(7)
Dengan:
〖TI〗_((n))= taraf intensitas oleh n buah sumber bunyi
〖TI〗_((1) )= taraf intensitas oleh 1 buah sumber bunyi.
n= banyaknya sumber bunyi.
Maka diperoleh:
TI(100)= 50+ 10 log 100 50+(10)(2)= 70dB

Resonansi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat benda lain yang bergetar. Sebuah benda yang beresonsnsi akan memiliki frekuensi yang sama atau frekuensi benda yang satu merupakan kelipatan frekuensi benda lain.
Peristiwa resonansi dapat kita jumpai pada dua buah gitar yang saling didekatkan dan dipetik salah satu seanar pada gitar satu, maka pada gitar dua dengan senar yang sama akan ikut bergetar.























Pelayangan Gelombang
Interferensi gelombang bunyi dapat terjadi bila ada dua buah sumber bunyi atau lebih. Dua buah sumber bunyi yang mempunyai perbedaan frekuensi yang kecil. Selain dapat terjadi interferensi gelombang bunyi juga dapat menghasilkan pelayangan bunyi.
Pelayangan adalah nada bunyi yang teregar keras dan lemah yang saling bergantian secara periodic.
Satu layangan didefinisikan sebagai gejala dua bunyi keras atau dua buah bunyi lemah yang terjadi secara berurutan.
1 layangan= keras- lemah- keras
1 layangan= lemah- keras- lemah
Frekuansi layangan ialah banyak layangan yang terjadi dalam satu sekon.
F_L=F_1-F_2……………………………………(8)






















Efek Dopler
Efek Dopler adalah peristiwa berubahnya frekuensi sumber bunyi yang didengar akibat perubahan gerak relative antara pendengaran atau sumber bunyi.
Frekuensi bunyi yang diterima pendengar akan lebih tinggi bila pendengar atau sumber bunyi saling mendekati dan lebih rendah apabila saling menjauhi, banding dengan pendengar atau sumber bunyi diam di tempatnay masing-masing.
Dalam bentu persamaan ditulis:
fp/(v±v_p )=fs/(v±v_s ) ……………(9)

P S
• •
v_p v_p v_p v_p
(-) (+) (-) (+)

v_p(+) jika pendegar mendekati sumber.
v_s (-) jika sumber bunyi menjauhi pendengar dimana:
f_p= frekuensi yang didengar oleh pendengar
f_s= frekuensi yang dikeluarkan oleh pendengar
v_p= kecepatan gerak pendengar
v_s= kecepatan gerak sumber bunyi
v= cepat rambat bunyi di udara.
Pengaruh Angin.
Jika kecepatan angin cukup berarti sehingga tidak bias diabaikan, maka kecepatan angin v_a harus dimasukkan ke dalam persamaan Efek Dolpler.


………………………………….(10)
Perjanjian tanda untuk v_asama seperti v_p dan v_s , yaitu positif jika searah dengan arah sumber ke pendengar.





























































Pililah jawaban pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!.
Gelombang bunyi dan gelombang cahaya adalah sama dalam hal keduanya…
Adalah gelombang Longitudinal
Boleh memiliki panjang gelombang beberapa meter
Dapat merambat melaui vacuum
Dibiaskan ketika bergerak dari satu medium ke medium lainnya.
Adalah gelombang elektronika.
Pencatat waktu lomba lari 100m memperhatikan bahwa ada suatu kelambatan 0,3 sekon antara melihat kaitan pistol tanda start dan mendengarkan bunyi letusannya. Cepat rambat bunyi di udara adalah…
300 m/s b. 320m/s c. 333m/s d. 347m/s e. 354m/s
Tali yang panjangnya 5m bertegangan 2N dan digetarkan sehingga terbentuk gelombang stationer. Jika massa tali 6,25x 〖10〗^(-3)Kg. maka cepat rambat gelombang tali adalah…
2m/s b. 5m/s c. 6m/s d.10m/s e.40m/s
Dawai piano yang panjangnya 0,5m dan massanya 0,01Kg ditegangkan 200N, maka nada dasar piano adalah berfrekuensi…
100Hz b. 200Hz c. 400Hz d. 600Hz e. 800Hz
Seutas tali yang panjangnnya 8m memiliki massa 1,04 gram. Tali digetarkan sehingga sebuah gelombang transversal menjalar dengan persamaan y= 0,03sin (2x-40t), X dan y dalam meter dan t dalam detik. Maka tegangan tali tersebut adalah…
0,026 Hz b. 0,052 Hz c. 0,078 Hz d. 0,13 Hz e. 5,0 Hz
Pipa organa terbuka nada atas kedua menghasilkan panjang gelombang sebesar x, dan pada pipa organa tertutup, nada atas kedua dihasilkan panjang gelombang sebesar y. bila kedua pipa panjangnya sama maka y/x adalah…
2:1 b. 3:4 c. 4:3 d. 5:6 e. 6:5
Intensitas suatu gelombang bunyi 〖10〗^(-8) W/m^2 maka taraf intensitas gelombang bunyi tersebut sebesar…
40dB b. 60dB c. 80dB e. 90dB e. 120dB
Seutas dawai bila diberi tegangan 100 n kemudian digetarkan akan menimbulakn frekuentif, supaya dawai dapat bergetar dengan frekuensi 2f, maka tegangan dawai tersebut haruslah sebesar…
25N b. 50N c. 100N d.200N e. 400N
Dua gelombang mempunyai persamaan getar:
Y_1=0,02sin⁡(200πt+0,20π)cm
Y_2=0,02sin⁡(202πt+0,25π)cm ,t dalam sekon
Kedua sumber bunyi tersebut akan menimbulkan pelayangan sebesar….
0,05 Hz b. 0,5Hz c. 1,0Hz d. 2,0Hz e. 4,2 Hz
Sumber bunyi yang memancarkan bunyi dengan panjang gelombang 10 cm, dan pendengar bergerak saling menjauhi dengan kecepatan masing-masing 60m/s. cepat rambat bunyi di udara 340m/s. frekuensi bunyi yang didengar oleh pendengar adalah…
3400Hz b. 3230Hz c. 3642Hz d. 4533Hz e. 2550Hz
Seorang penerbang yang pesawat terbangnya menuju menara bandara mendengar bunyi sirine manara dengan frekuensi 200Hz. Jika sirine memancarkan bunyi dengan frekuensi 1700Hz, dan cepat rambat bunyi diudara 340m/s, maka kecepatan pesawat udara itu adalah…
196 km/jam d. 216 km/jam
200 km/jam e. 236 km/jam
220 km/jam
Sebuah kereta api yang mendekati sebuah bukit dengan kelajuan 40 km/jam membunyikan peluit dengan frekuensi 580 Hz ketika berjarak 1 km dari bukit. Angin dengan kalajuan 40 km/jam bertiup searah dengan gerak kereta dan cepat rambat bunyi diudara 1200km/jam. Besar frekuensi yang didengar oleh seorang pengamat diatas bukit adalah…
590 Hz d. 509 Hz
599 Hz e. 900 Hz
999 Hz
Bila taraf intensitas percakapan adalah 60dB dan bunyi halilintar 100dB, maka besar kelipatan intensitas suara halilintar terhadap suara percakapan adalah n kali, dengan n adalah…
100 d. 4000
400 e. 10000
100
Pada jarak 3 meter dari sumber ledakan terdengar bunyi dengan taraf intensitas 50dB. Pada jarak 30 meter dari sumber ledakan bunyi itu terdengar dengan tarf intensitas (dalam dB)…
a.5 b. 20 c. 30 d. 35 e. 45
15. sebuah mesin ketik rata-rata menimbulkan TI= 70B. berapakah taraf intensitas 10 buah mesin ketik saat digunakan bersamaan?
a. 80 dB b. 90dB c.100dB d.60dB e.50dB







Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan tepat!
Sebutkan sifat-sifat dasar bunyi…
Jelaskan mengapa kelelawar yang terbang di malam haritidak perbah menabrak benda-benda yang ada disekitarnya?
Sebuah kereta api bergerak dengan kelajuan 30m/s sambil membunyikan peluit dengan frekuensi 3600 Hz. Dari arah yang berbeda seorang pengendara mobil bergerak dengan kecepatan10m/s. jika cepat rambat bunyi diudar 330m/s, tentukanlah frekuensi bunyi peluit yang didengar pengendara mobil jika kereta dan mobil:
Saling mendekati
Saling menjauhi
Saling mendekati angin berhembus searah dengan kereta api dengan kecepatan 5m/s
Saling menjauhi angin berhembus searah denagn motor dengan kecepatan 5m/s.
Dalam sebuah kelas yang sedang belajar bernyanyi jumlah siswa 40 orang. Bila hanya seorang bernyanyi, kebisingan yang ditimbulkan dalam ruangan itu 60dB. Anggap suara yang ditimbulkan kelas tersebut…
Apa saja kegunaan gelombang Ultrasonik?



☺selamat mengerjakan☺
Semangatt!!!




















Pilihan ganda:
A 6.E 11.D
C 7.A 12.E
E 8.C 13.E
A 9.D 14.C
B 10.E 15. A

Uraian:
sifat-sifat dasr bunyi adalah sebagai berikut:
Bunyi dihasolkan dari sumber bunyi.
Energi sumber bunyi dipindahkan dalam bentuk gelombang longitudinal.
Bunyi dikenal oleh telinga atau suatu instrument cepat rambat gelombang bunyi di udara yang dipengaruhi oleh suhu dan massa jenis zat.
Karena kelelawar mngeluarkan gelombang ultrasonic, gelombang ultrasonic yang dipancarkan oleh kelelawar untuk mengetahui suatu jarak benda terhadap dirinya berdasarkan selang waktu yang diperlukan oleh gelombang pancar untuk kembali ke kelelawar. Itu sebabnya kelelawar yang terbang pada malam hari tidak pernah menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya.
a) fp= (v+v_p)/(v-v_s ) fs (saling mendekati)
= (330+10)/(330-30) 3600
fp= 4080 Hz
b) fp=(v+v_p)/(v-v_s ) fs (menjauhi)
= (330+10)/(330+30) 3600
= 3200 Hz
c) f_p= ((v+v_a )+v_p)/((v-v_a )-v_s ) f_s
= ((330+5)+10)/((300-5)-30) 3600
= 4072 Hz
d) f_p= ((v+v_a )+v_p)/((v-v_a )-v_s ) f_s

= ((330+5)-10)/((300-5)+30) 3600
= 3194 Hz
〖TI〗_n=10log⁡n
= 60+10 log 40
= 60+10. 1,6
= 76 dB
-Mengukur Kedalaman Laut atau Kedalaman Gua
- Mendeteksi kerusakan logam dalam tanah atau dalam pipa air.
-Penggunaan dalam bidang kedokteran







DAFTAR PUSTAKA
Bob Foster, Fisika SMU. Jakarta: Erlangga.
Dedi Hidayat, Prinsip-prinsip Fisika. Jakarta : Yudhistira
E. Budikase, N. Kertiasa, Fisika Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientis & Enginer With Modern Physics. New Jersey.
Hasan Wiladi, Fisika SMU. Jakarta: Erlangga.
Halliday-Resnick (terjemahan) Edisi ketiga. Jakarta: Erlangga.
Kanginan M, Fisika SMU. Jakarta : Erlangga.

.

MODUL FISIKA GEJALA DAN CIRI-CIRI GELOMBANG


TRI MARDIYANTI R.
090210102039




MODUL FISIKA
GEJALA DAN CIRI-CIRI GELOMBANG



Standar Kompetensi: Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam
menyelesaikan masalah
kompetensi Dasar : Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2011

SILABUS
Nama Sekolah : SMA BIMA SAKTI
Mata Pelajaan : Fisika
Kelas/Semester : XII/1
Standar Kompetensi: 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah

Kompetensi Dasar Indicator Pencapaian kompetensi Kegiatan Pembelajaran Materi Pembelajaran Alokasi
Waktu Penilaian Sumber/
Bahan/Alat
jenis bentuk contoh
1.1 Mendeskripsikan
gejala dan ciri-ciri
gelombang secara
umum
Pengetahuan: Produk
1. Menjelaskan karakteristik gelombang transfersal dan longitudinal

2. Menjelaskan karakteristik gelombang mekanik dan elektromagnetik

3. Menyebutkan sifat-sifat gelombang (pemantulan/pembiasan superposisi,interferensi, dispersi, difraksi, danpolarisasi).



4. Menyebutkan contoh-contoh penerapn gelombang dalam kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan: Proses
1. Menggaris bawahi kata-kata penting dalam bacaan tentang gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum.

2. Melengkapi isian peta konsep tentang gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum

3. Menggolongkan gelombang yang bersifat transversal dan longitudinal.


Psikomotor
1. Melakukan percobaan untuk membedakan gelombang yang bersifat transversal dan longitudinal.

Afektiv
1. Melakukan komunikasi: presentasi, bertanya, dan berpendapat.

2. Melakukan kerjasama.

1. Mendiskusikan sifat-sifat gelombang transversal dan longitudinal.

2. Mendiskusikan gelombang mekanik dan elektromagnetik.

3. Mendiskusikan sifat-sifat umum gelombang (pemantulan/pembiasan, superposisi, interferensi, dispersi, difraksi, dan polarisasi).

4. Mendiskusikan contoh-contoh penerapn gelombang dalam kehidupan sehari-hari.


1. Memodelkan penggunaan strategi belajar. Menggarisbawahi dan membuat peta konsep.












2. Mendiskusikan penggolongan gelombang yang bersifat transversal dan longitudinal.
Gejala dan Ciri-ciri
Gelombang







Lihat Buku Siswa Kelas XII Bab I



























































2x45 menit • Tes



• Unjuk Kerja


• Sikap Pilihan ganda/ subjektif

Observasi



Observasi Lembar Penilaian


Tes Kinerja 1,2,3

Lembar Pengamatan keterampilan sosial
• Buku Siswa Kelas XII BAB I

• LKS

• Lembar Penilaian



A. Standart Kompetensi
1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah
B. Kompetensi Dasar
1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum.
C. Indicator Pencapaian kompetensi
Kognitif : Produk
1. Menjelaskan karakteristik gelombang transfersal dan longitudinal
2. Menjelaskan karakteristik gelombang mekanik dan elektromagnetik
3. Menyebutkan sifat-sifat gelombang (pemantulan/pembiasan superposisi,interferensi, dispersi, difraksi, danpolarisasi).
4. Menyebutkan contoh-contoh penerapn gelombang dalam kehidupan sehari-hari.
kognitif: Proses
1. Menggaris bawahi kata-kata penting dalam bacaan tentang gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum.
2. Melengkapi isian peta konsep tentang gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum
3. Menggolongkan gelombang yang bersifat transversal dan longitudinal.
Psikomotor
1. Melakukan percobaan untuk membedakan gelombang yang bersifat transversal dan longitudinal.
Afektiv
1. Melakukan komunikasi: presentasi, bertanya, dan berpendapat.
2. Melakukan kerjasama.



F. Materi Pembelajaran:
PENGERTIAN GELOMBANG DAN JENIS GELOMBANG
1. Pengertian Gelombang
Konsep gelombang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gelombang bunyi, gelombang cahaya, gelombang radio, dan gelombang air merupakan beberapa contoh bentuk gelombang. Ketika kita melihat fenomena gelombang laut, ternyata, air gelombang tidak bergerak maju, melainkan melingkar. Sehingga air hanya bergerak naik-turun begitu gelombang melintas. Tepi pantai menahan dasar gelombang, sehingga puncak gelombang bergerak lebih cepat untuk memecah di tepi pantai. Dengan demikian, terjadinya gerak gelombang laut dapat dirumuskan sebagai berikut. Pertama, air mencapai dasar lingkaran pada lembah gelombang. Kemudian, air mencapai bagian atas lingkaran pada puncak gelombang. Lalu, puncak gelombang memecah di tepi pantai. Gelombang air bergerak dengan kecepatan yang bisa diketahui. Tetapi, setiap partikel pada air itu sendiri, hanya berosilasi terhadap titik setimbang.
Gelombang bergerak melintasi jarak yang jauh, tetapi medium (cair, padat, atau gas) hanya bisa bergerak terbatas. Dengan demikian, walaupun gelombang bukan merupakan materi, pola gelombang dapat merambat pada materi. Berdasarkan deskripsi diatas gelombang adalah getaran yang merambat.

2. Jenis-jenis Gelombang
Di alam ini banyak sekali terjadi gelombang. Contohnya ada gelombang air, gelombang tali, cahaya, bunyi, dan gelombang radio. Apakah semua gelombang itu sama? Ternyata semua gelombang itu dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis sesuai sifat kemiripannya contohnya dapat dibagi dengan dasar berikut.


F. Materi Pembelajaran:
PENGERTIAN GELOMBANG DAN JENIS GELOMBANG
Pengertian Gelombang
Konsep gelombang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gelombang bunyi, gelombang cahaya, gelombang radio, dan gelombang air merupakan beberapa contoh bentuk gelombang. Ketika kita melihat fenomena gelombang laut, ternyata, air gelombang tidak bergerak maju, melainkan melingkar. Sehingga air hanya bergerak naik-turun begitu gelombang melintas. Tepi pantai menahan dasar gelombang, sehingga puncak gelombang bergerak lebih cepat untuk memecah di tepi pantai. Dengan demikian, terjadinya gerak gelombang laut dapat dirumuskan sebagai berikut. Pertama, air mencapai dasar lingkaran pada lembah gelombang. Kemudian, air mencapai bagian atas lingkaran pada puncak gelombang. Lalu, puncak gelombang memecah di tepi pantai. Gelombang air bergerak dengan kecepatan yang bisa diketahui. Tetapi, setiap partikel pada air itu sendiri, hanya berosilasi terhadap titik setimbang.
Gelombang bergerak melintasi jarak yang jauh, tetapi medium (cair, padat, atau gas) hanya bisa bergerak terbatas. Dengan demikian, walaupun gelombang bukan merupakan materi, pola gelombang dapat merambat pada materi. Berdasarkan deskripsi diatas gelombang adalah getaran yang merambat.

Jenis-jenis Gelombang
Di alam ini banyak sekali terjadi gelombang. Contohnya ada gelombang air, gelombang tali, cahaya, bunyi, dan gelombang radio. Apakah semua gelombang itu sama? Ternyata semua gelombang itu dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis sesuai sifat kemiripannya contohnya dapat dibagi dengan dasar berikut.



Berdasarkan arah rambat dan arah getar
Berdasarkan arah rambat dan arah getarnya, gelombang dapat dibagi menjadi dua.Pertama, gelombang transversal yaitu gelombang yang arah rambat tegak lurus pada arah getarnya. Contohnya gelombang air, tali dan cahaya. Kedua, gelombang longitudinal yaitu gelombang yang arah rambat dan arah getarnya sejajar. Contohnya gelombang pegas dan bunyi.

a

b
(a) gelombang transversal, dan (b) gelombang longitudinal
b. Berdasarkan mediumnya
Berdasarkan mediumnya, gelombang juga dapat dibagi menjadi dua yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Gelombang mekanik adalah gelombang yang membutuhkan media dalam merambat. Contohnya gelombang tali dan bunyi. Sedangkan gelombang elektromagnetik gelombang yang dapat merambat baik melalui medium ataupun vakum (tanpa medium). Contohnya cahaya, gelombang radio dan sinar-X.
c. Berdasarkan amplitudonya
Berdasarkan amplitudonya gelombang dibedakan menjadi dua yaitu gelombang berjalan dan gelombang stasioner. Gelombang berjalan adalah gelombang yang memiliki amplitudo tetap. Gelombang stasioner disebut juga gelombang berdiri atau gelombang tegak, merupakan jenis gelombang yang bentuk gelombangnya tidak bergerak melalui medium, namun tetap diam. Gelombang ini berlawanan dengan gelombang berjalan atau gelombang merambat, yang bentuk gelombangnya bergerak melalui medium dengan kelajuan gelombang. Gelombang diam dihasilkan bila suatu gelombang berjalan dipantulkan kembali sepanjang lintasannya sendiri
3. Ciri dan karateristik gelombang
a. Pemantulan (refleksi)
Pemantulan (refleksi) adalah peristiwa pengembalian seluruh atau sebagian dari suatu berkas partikel atau gelombang bila berkas tersebut bertemu dengan bidang batas antara dua medium. Suatu garis atau permukaan dalam medium dua atau tiga dimensi yang dilewati gelombang disebut muka gelombang. Muka gelombang ini merupakan tempat kedudukan titik-titik yang mengalami gangguan dengan fase yang sama, biasanya tegak lurus arah gelombang dan dapat mempunyai bentuk, misalnya muka gelombang melingkar dan muka gelombang lurus. Pada jarak yang sangat jauh dari suatu sumber dalam medium yang seragam, muka gelombang merupakan bagian-bagian kecil dari bola dengan jari-jari yang sangat besar, sehingga dapat dianggap sebagai bidang datar. Misalnya, muka gelombang sinar matahari, yang tiba di Bumi merupakan bidang datar.

(a) (b)
(a). Gelombang melingkar (b). Gelombang datar
Pada peristiwa pemantulan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar berlaku suatu hukum yang berbunyi:
a. sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terhadap bidang batas pemantul pada titik jatuh, semuanya berada dalam satu bidang,
b. sudut datang ( i θ ) sama dengan sudut pantul ( r θ ).
Hukum tersebut dinamakan “Hukum Pemantulan”

Pemantulan gelombang oleh bidang
b. Pembiasan (Refraksi)
Perubahan arah gelombang saat gelombang masuk ke medium baru yang mengakibatkan gelombang bergerak dengan kelajuan yang berbeda disebut pembiasan. Pada pembiasan terjadi perubahan laju perambatan. Panjang gelombangnya bertambah atau berkurang sesuai dengan perubahan kelajuannya, tetapi tidak ada perubahan frekuensi.

Pembiasan gelombang
c. Difraksi
Difraksi merupakan peristiwa penyebaran atau pembelokan gelombang pada saat gelombang tersebut melintas melalui bukaan atau mengelilingi ujung penghalang. Besarnya difraksi bergantung pada ukuran penghalang dan panjang gelombang, seperti pada Gambar. Makin kecil panghalang dibandingkan panjang gelombang dari gelombang itu, makin besar pembelokannya.
d. Interferensi
Interaksi antara dua gerakan gelombang atau lebih yang memengaruhi suatu bagian medium yang sama sehingga gangguan sesaat pada gelombang paduan merupakan jumlah vektor gangguan-gangguan sesaat pada masing-masing gelombang merupakan penjelasan fenomena interferensi. Interferensi terjadi pada dua gelombang koheren, yaitu gelombang yang memiliki frekuensi dan beda fase sama. Pada gelombang tali, jika dua buah gelombang tali merambat berlawanan arah, saat bertemu keduanya melakukan interferensi. Setelah itu, masing-masing melanjutkan perjalanannya seperti semula tanpa terpengaruh sedikit pun dengan peristiwa interferensi yang baru dialaminya. Sifat khas ini hanya dimiliki oleh gelombang. Jika dua buah gelombang bergabung sedemikian rupa sehingga puncaknya tiba pada satu titik secara bersamaan, amplitudo gelombang hasil gabungannya lebih besar dari gelombang semula. Gabungan gelombang ini disebut saling menguatkan (konstruktif ). Titik yang mengalami interferensi seperti ini disebut perut gelombang. Akan tetapi, jika puncak gelombang yang satu tiba pada suatu titik bersamaan dengan dasar gelombang lain, amplitude gabungannya minimum (sama dengan nol). Interferensi seperti ini disebut interferensi saling melemahkan (destruktif). Interferensi pada gelombang air dapat diamati dengan menggunakan tangki riak dengan dua pembangkit gelombang lingkaran.
e. Dispersi
Dispersi adalah peristiwa penguraian sinar cahaya yang merupakan campuran beberapa panjang gelombang menjadi komponen-komponennya karena pembiasan. Dispersi terjadi akibat perbedaan deviasi untuk setiap panjang gelombang, yang disebabkan oleh perbedaan kelajuan masingmasing gelombang pada saat melewati medium pembias. Apabila sinar cahaya putih jatuh pada salah satu sisi prisma, cahaya putih tersebut akan terurai menjadi komponen-komponennya dan spektrum lengkap cahaya tampak akan terlihat.
f. Polarisasi
Polarisasi merupakan proses pembatasan getaran vektor yang membentuk suatu gelombang transversal sehingga menjadi satu arah. Polarisasi hanya terjadi pada gelombang transversal saja dan tidak dapat terjadi pada gelombang longitudinal. Suatu gelombang transversal mempunyai arah rambat yang tegak lurus dengan bidang rambatnya. Apabila suatu gelombang memiliki sifat bahwa gerak medium dalam bidang tegak lurus arah rambat pada suatu garis lurus, dikatakan bahwa gelombang ini terpolarisasi linear. Sebuah gelombang tali mengalami polarisasi setelah dilewatkan pada celah yang sempit. Arah bidang getar gelombang tali terpolarisasi adalah searah dengan celah.
4. Persamaan gelombang berjalan dan gelombang stasioner
Gelombang berjalan
Semua gelombang akan merambat dari sumber ketujuanya. Gelombang inilah yang dinamakan gelombang berjalan. Pada gelombang berjalan ini perlu dipelajari simpangan dan fasenya. Gelombang berjalan memiliki sifat pada setiap titik yang dilalui akan memiliki amplitudo yang sama. Perhatikan gelombang berjalan dari sumber O ke titik p yang berjarak x pada gambar. Bagaimana menentukan simpangan pada titik p? Simpangan tersebut dapat ditentukan dari simpangan getarannya dengan menggunakan waktu perjalanannya. Jika O bergetar t detik berarti titik p telah bergetar tp detik dengan hubungan :
tp = t -
dan simpangan dititik P memenuhi:
yp = A sin ( tp)
= A sin (t - )
= A sin ( t - )
yp = A sin ( t - ) ……………………..(1.1)
Dengan: yp = simpangan dititik p (m)
A = amplitude gelombang (m)
f = frekuensi sudut
k = bilangan gelombang
x = jarak titik kesumber
t = waktu gelombang
Nilai ω dan k juga memenuhi persamaan berikut.
yp = A sin 2 ( ωt-kx)
Contoh Soal 1.1
sebuah gelombang berjalan memenuhi persamaan y = 0,20 sin 0,40 (60t – x) dengan x dan y dalam cm, dan t dalam sekon. Tentukan
arah perambatan gelombang
amplitudo gelombang
frekuensi gelombang
panjang gelombang
cepat rambat gelombang
Jawaban
Menurunkan persamaan y = 0,20 sin 0,40 (60t – x) agar dapat disamakan dengan persamaan y = A sin ( t - kx).
y = 0,20 sin 0,40 (60t – x)
= 0,20 sin [(0,40 (60t) – (0,40 x)
y = 0,20 sin (24t – 0,40 x)
y = A sin ( t – kx)
Penye:
karena tanda dalam sinus adalah negatif maka arah perambatan gelombang adalah ke kanan.
Amplitudo A = 0,20 cm
= 24 . Karena kecepatan sudut = 2 f, maka
2 f = 24
f = 12 Hz
k = 0,40 , karena k = 2 / , maka
= 0,40
= 5
cepat rambat gelombang v dapat dihitung dengan:
v = .f
= (5 cm) (12 Hz)
= 60 cm/s

Gelombang statsioner
Gelombang stasioner disebut juga gelombang berdiri atau gelombang tegak, merupakan jenis gelombang yang bentuk gelombangnya tidak bergerak melalui medium, namun tetap diam. Gelombang ini berlawanan dengan gelombang berjalan atau gelombang merambat, yang bentuk gelombangnya bergerak melalui medium dengan kelajuan gelombang. Gelombang diam dihasilkan bila suatu gelombang berjalan dipantulkan kembali sepanjang lintasannya sendiri. Pada dua deret gelombang dengan frekuensi sama, memiliki kelajuan dan amplitudo yang sama, berjalan di dalam arah-arah yang berlawanan sepanjang sebuah tali, maka persamaan untuk menyatakan dua gelombang tersebut.
Pada dua deret gelombang yang sama memiliki kelajuan dan amplitudo yang sama berjalan dalam arah-arah yang berlawanan sepanjang sebuah tali maka persamaan untuk menyatakan kedua gelombang tersebut adalah
y = A sin (kx – t)
y = A sin (kx + t)
resultan dari kedua persamaan itu adalah:
R = y1 + y2 = A sin (kx – t) + A sin (kx + t)
Dengan menggunakan hubungan trigonometric, resultanya menjadi:
y = 2A sin kx cos t…………….(1.3)
Persamaan diatas adalah persamaan sebuah gelombang tegak (stending wave). Ciri sebuah gelombang tegak adalah kenyataan bahwa amplitude tidaklah sama untuk partikel-partikel yang berbeda-beda tetapi berubah dengan kedudukan x dari partikel tersebut. Amplitude adalah 2 ym sin kx, yang memiliki nilai maksimum 2 ym dikedudukan-kedudukan di mana:
kx = , , , dan seterusnya
atau x = , , dan seterusnya
titik tersebut disebut titik perut, yaitu titik-titik dengan pergeseran maksimum. Sementara itu nilai maksimum amplitude sebesar nol di kedudukan-kedudukan dimana:
kx = 2 , 3 dan seterusnya
atau x = , , 2 dan seterusnya
titik-titik tersebut disebut titik simpul yaitu titik-titik yang pergeseranya nol. Jarak antara satu titik simpul dan titik perut berikutnya yaitu seperempat panjang gelombang.
Gelombang Stasioner Pada Tali Dengan Ujung Tetap
Karena titik ujung tetap, maka kedua gelombang harus berinterferensi secara destruktif di titik tersebut sehingga akan memberikan pergeseran sebesar nol di titik tersebut. Maka, gelombang yang direfleksikan selalu memiliki beda fase 180o dengan gelombang masuk di batas yang tetap. Dapat disimpulkan, bahwa ketika terjadi refleksi di sebuah ujung tetap, maka sebuah gelombang mengalami perubahan fase sebesar 180o. Hasil superposisi gelombang datang (y1), dan gelombang pantul (y2), pada ujung tetap, berdasarkan persamaan (1.3) adalah:
y = 2A sin kx cos t
y = Ap cos t………………….(1.4)
Ap = 2A sin kx…………………(1.5)


Gelombang Stasioner Pada Tali Dengan Ujung Tetap
Gaya reaksi ini menghasilkan sebuah pulsa yang berjalan kembali sepanjang tali dengan arah berlawanan dengan arah pulsa yang masuk. Dalam hal ini refleksi yang terjadi adalah di sebuah ujung bebas. Pergeseran maksimum partikel-partikel tali akan terjadi pada ujung bebas tersebut, di mana gelombang yang masuk dan gelombang yang direfleksikan harus berinterferensi secara konstruktif. Maka, gelombang yang direfleksikan tersebut selalu sefase dengan gelombang yang masuk di titik tersebut. Dapat dikatakan, bahwa pada sebuah ujung bebas, maka sebuah gelombang direfleksikan tanpa perubahan fase. Jadi, sebuah gelombang tegak yang terjadi di dalam sebuah tali, maka akan terdapat titik simpul di ujung tetap, dan titik perut di ujung bebas. Hasil superposisi gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas adalah:
y = y1 + y2
dengan:
y1 = A sin (kx – ωt) dan y2 = -A sin (kx +ωt)
maka:
y =[A sin (kx −ωt )− sin (kx +ωt )]
y = 2A cos kx sin ωt……………….. (1.6)
y = Ap sin ωt …………………….......(1.7)
Ap = 2A cos kx ……………………....(1.8)

Contoh soal 1.2
Seutas tali panjangnya 80 cm direntangkan horizontal. Salah satu ujungnya digetarkan harmonik naik-turun dengan frekuensi Hz dan amplitudo 12 cm, sedang ujung lainnya terikat. Getaran harmonik tersebut merambat ke kanan sepanjang kawat dengan cepat rambat 3 cm/s. Tentukan amplitudo gelombang hasil interferensi di titik yang berjarak 53 cm dari titik asal getaran!
Penyelesaian:
Dik: l = 80 cm
f = Hz
A = 12 cm
v = 3 cm/s
x = (80-53) cm = 27 cm
untuk menentukan amplitude gelombang stasioner As dengan persamaan:
AS = 2A sin kx
λ = k =
= = 12 cm =
As = 2 (12) sin ( ) (27)
= 24 sin 4,5 = 24 x 1 = 24 cm
Tugas Terstruktur
Jelaskan dan berikan contohnya jenis-jenis gelombang berdasarkan:
medium perambatan
arah perambatan,
amplitudonya
Persamaan gelombang berjalan pada seutas tali dinyatakan dengan y = 0,02 sin (20 t – 0,2 x). Jika x dan y dalam cm dan t dalam sekon, tentukan:
amplitudo,
panjang gelombang,
kelajuan perambatan,
bilangan gelombang, dan
frekuensi gelombang!
Tugas Mandiri
Fungsi gelombang pada suatu medium dinyatakan sebagai: y = 0,1 sin (5t – 2x), dengan x dan y dalam meter dan t dalam sekon. Tentukanlah frekuensi dan panjang gelombang tersebut.
Seutas kawat dengan panjang 120 cm direntangkan horizontal. Salah satu ujungnya digetarkan harmonik dengan gerakan naik-turun dengan frekuensi Hz, dan amplitudo 12 cm, sedangkan ujung lainnya terikat. Getaran harmonik tersebut merambat ke kanan dengan cepat rambat 4 cm/s. Jika interferensi terjadi pada 66 cm dari sumber getar, berapakah amplitudo gelombang tersebut?














SUMBER REFERENSI
Gejala gelombang
http://www.yousaytoo.com/rpp-fisika-eek-gejala-gelombang/1185334
Modul Fisika XII
http://sman4gorontalo.com/index.php?option=com_content&view=article&id=53%3Amodul&catid=1%3Aumum&showall=1
rpp fisika eek Gejala gelombang - Fisika Basis TIK
http://basistik.blogspot.com/2011/09/rpp-fisika-eek-gejala-gelombang.html
silabus
http://www.scribd.com/doc/48737671/silabus

APLIKASI PENGGUNAAN ISOTOP RADIOAKTIF OLEH BATAN DALAM MELACAK KEBOCORAN PIPA DALAM TANAH





APLIKASI PENGGUNAAN ISOTOP RADIOAKTIF OLEH BATAN DALAM MELACAK KEBOCORAN PIPA DALAM TANAH


LAPORAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN




Oleh:
Tri Mardiyanti Rahayu
NIM 090210102039






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2011

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
Laporan Praktek Pengalaman Lapangan
Tahun 2011




1. Judul : Penggunaan Isotop Radioaktif oleh BATAN
dalam Melacak Kebocoran Pipa Dalam Tanah.
2. Nama : Tri Mardiyanti Rahayu
NIM : 090210102039
Jurusan/Prodi : P. MIPA/ Pendidikan Fisika
3. Nama Objek Kunjung : Badan Tenaga Nuklir Nasional
4. Tanggal Pelaksanaan : 15 Juni 2011







Jember, 15 September 2011

Dosen Pembimbing Penyusun



(……………………) Tri Mardiyanti R.
NIP. NIM.090210102039


Ringkasan
Penggunaan Isotop Radioaktif oleh BATAN dalam Melacak Kebocoran Pipa Dalam Tanah; Tri Mardiyanti Rahayu, 090210102039; 2009; halaman; Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.

Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral. Atom-atom yang berperilaku sama ketika berperan dalam reaksi kimia ternyata bisa jadi merupakan atom yang berbeda. Penyebabnya terdapat dalam inti (nucleus). Reaksi yang menyangkut perubahan pada inti disebut reaksi inti atau reaksi nuklir (nucleus=inti). Reaksi nuklir ada yang terjadi secara spontan ataupun buatan. Hal tersebut berkaitan dengan berdirinya BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) yang bergerak dibidang nulkir. Mengadakan penelitian tentang nuklir untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan manusia. Oleh karena itu diperlukan cara pengolahan nuklir yang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat nuklir dan penggunaan energy nuklir serta mengetahui tentang isotop radioaktif mengenai: (1) proses radioisotope melacak kebocoran pipa dalam tanah, (2) mengetahui dampak penggunaan radiasi radioisotope. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfatkan sebagai suatu bentuk bahan referensi atau sumber untuk mendapatkan pengetahuan tentang aplikasi penggunaan isotop radioaktif oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Penelitian dilaksanakan dalam satu waktu dengan kegiatan kunjungan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Bandung. Pada kegiatan pertama data diperoleh dari penjelasan petugas BATAN. Kegiatan kedua dilakukan observasi untuk mengeahui peneglolahan nuklir serta wawancara dan tanya jawab peranan nuklir dan aplikasinya.
Penelitian disusun menurut teknik analisa data. Teknik analisa yang digunakan adalah analisa data deskriptif. Yakni statistik data yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menganalisa data yang telah terkumpul. Penjelasan tentang radioisotope yang merupakan salah satu contoh bentuk produk BATAN. ebuah reaktor riset jenis Triga Mark II memproduksi isotop radioaktif. Radioisotop buatan Triga diaplikasikan untuk meneliti kebocoran pipa dalam tanah. Radiasi dapat berbahaya bila kita terkena dalam jumlah yang besar. Dalam setiap kegiatan dengan menggunakan radiasi dan zat radioaktif dipersyaratkan adanya prosedur kerja yang memadai. Hal ini untuk mengatasi kesalahan dalam bekerja dan kelebihan dosis yang dapat membahayakan kesehatan.




Kata Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini. Tak lupa pula, ucapan terima kasih kepada Dosen Pengajar dan rekan-rekan mahasiswa yang telah membantu dalam proses penyelesaian laporan PKL ini. Dengan karya laporan PKL ini saya berharap dapat memberikan manfaat dan membantu kelancaran proses belajar mengajar serta mempercepat tercapainya program nasional dibidang pendidikan, sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat yang berbunyi “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.
Tak ada gading yang tak retak, begitu pula dalam penyusunan laporan Praktek kerja Lapangan (PKL) ini, saya menyadari kekurangan dan keterbatasan dalam karya laporan PKL ini, namun saya berharap saran dan kritik yang membangun demi perbaikan selanjutnya.


Jember, 15 September 2011

PENYUSUN




Daftar Isi


HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………….i
RINGKASAN…………………………………………………………………..ii
KATA PENGANTAR…………………………………………………………iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………...iv
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………...v
BAB1. PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................1
1.2 Permasalahan...............................................................................2
1.3 Tujuan dan Manfaat...............................................................................2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................4
2.1 Atom dan Inti…………………………………………………….........4
2.2 Alat-alat Penelitian Atom dan IntI…………………………………8
2.3 Sinar Radioaktif…………………………………………………..….10
2.4 Alat Deteksi Radiasi……………………………………………..…...11
2.5 Isotop…………………………………………………………...…….14
2.6 Radioisotop………………………………………………………….15
2.7 Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Bandung………………16
BAB 3. PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1 Tempat dan Waktu.........................................................................20
3.2 Obyek Kunjungan.........................................................................20
3.3 Perolehan Data...............................................................................24
3.4 Teknik Analisis Data.....................................................................24
BAB 4. HASIL PRAKTEK KULIAH LAPANGAN
4.1 Isotop radioaktif buatan Triga………………………………………25
4.2 Proses Radioisotop malacak kebocoran……………………………26
4.3 Pengaruh penggunaan radiasi radioisotope…………………………27
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan....................................................................................29
5.2 Saran..............................................................................................29
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................30
LAMPIRAN.........................................................................................................32

















Daftar Gambar

Gambar 1. Model Atom J.J Thomson Gambar 2. Model Atom Rutherford

Gambar 3. atom memetlukan energi
untuk melepas elektron. Gambar 4. Proton-sinkroton


Gambar 5. Pencacah Geiger-Mueller Gambar 6. Pencacah Sintilasi.

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
Laporan Praktek Pengalaman Lapangan
Tahun 2011




1. Judul : Penggunaan Isotop Radioaktif oleh BATAN
dalam Melacak Kebocoran Pipa Dalam Tanah.
2. Nama : Tri Mardiyanti Rahayu
NIM : 090210102039
Jurusan/Prodi : P. MIPA/ Pendidikan Fisika
3. Nama Objek Kunjung : Badan Tenaga Nuklir Nasional
4. Tanggal Pelaksanaan : 15 Juni 2011







Jember, 15 September 2011

Dosen Pembimbing Penyusun



(……………………) Tri Mardiyanti R.
NIP. NIM.090210102039


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di bumi ada sekitar 90 jenis atom yang terdapat secara alami tetapi secara kimia berbeda. Atom-atom yang berperilaku sama ketika berperan dalam reaksi kimia ternyata bisa jadi merupakan atom yang berbeda. Penyebabnya terdapat dalam inti (nucleus). Kita telah mengetahui bahwa atom terdiri atas inti atom dan elektron-elektron yang beredar mengitarinya. Meskipun intinya memiliki proton dalam jumlah neutronnya mungkin berbeda. Reaksi kimia biasa (seperti reaksi pembakaran dan penggaraman), hanya menyangkut perubahan pada kulit atom, terutama elektron pada kulit terluar, sedangkan inti atom tidak berubah. Bentuk-bentuk berbeda suatu unsure tersebut. Bentuk-bentuk ini pertama kali ditemukan oleh J.J Thomson, penemu elektron yang menemukan dua varietas gas neon. Muridnya, Francis Aston mempelajari isotop dengan saksama ketika ia membuat pengukuran sangat tepat masa-masa ato dari tahun 1919 dan seterusnya. Aston membentuk berkas-berkas ion yang bergerak cepat. Ion adalah atom yang telah kehilangan atau ketambahan satu elektron atau lebih untuk membentuk partikel-partikel bermuatan listrik. Ion-ion itu dapat dipercepat dengan melewatkanny melalui suatu medan magnet. Medan-medan magnet mempunyai pengaruh terhadap pembelokkan aliran partikel-partikel bermuatan listrik.
Percobaan-percobaan seperti itu memperlihatkan bahwa, memisahkan isoto sangant sulit. Reaksi yang menyangkut perubahan pada inti disebut reaksi inti atau reaksi nuklir (nucleus=inti). Reaksi nuklir ada yang terjadi secara spontan ataupun buatan. Reaksi nuklir spontan terjadi pada inti-inti atom yang tidak stabil. Zat yang mengandung inti tidak stabil ini disebut zat radioaktif. Adapun reaksi nuklir tidak spontan dapat terjadi pada inti yang stabil maupun,inti yang tidak stabil. Reaksi nuklir disertai perubahan energi berupa radiasi. Dewasa ini, reaksi nuklir telah banyak digunakan sebagai sumber radiasi maupun sebagai sumber tenaga dan pemanfaatannya dalam bidang pembangunan.
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang bergerak dibidang nuklir. Dengan sebuah reaktor riset jenis Triga Mark II (Trainning, Research, Isotope Production made by General Atomic, San Diego, AS). berdirinya Pusat Reaktor Bandung (PRAB-BATAN) dengan reaktor Triga Mark II yang beroperasi pada daya 250 KW. Sediaan Pertama untuk membuat radioisotope. Pada tahun 1965 untuk pertama kalinya Pusat Reaktor Bandung menerima pekerjaan radiografi, memeriksa konstruksi jembatan. Isotop radioaktif yang dipergunakan adalah Iradium-192 (import). Pada Desember 1967 untuk pertama kalinya radioisotop buatan Triga diaplikasikan dalam bidang hidrologi (Natrium, Brom dan Aurum) untuk meneliti kebocoran tanggul. Isotop yang bersifat radioaktif disebut isotop radioaktif atau radioi isotop, sedangkan isotop yang tidak radiaktif disebut isotop stabil. Radioisotop dapat juga dibuat dari isotop stabil. Jadi disamping radioisotop alami juga ada radioisotop buatan. pemancaran radiasi secara spontan, disebut keradioaktifan, dan zat yang bersifat radioaktif disebut zat radioaktif.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan isotop radioaktif?
1.2.2 Bagaimana proses radioisotope melacak kebocoran pipa dalam tanah?
1.2.3 Bagaimana dampak penggunaan radiasi radioisotop?


1.3 Tujuan dan Manfaat
1.3.1 Tujuan
1.3.1.1 Mangetahui isotop radioaktif.
1.3.1.2 Mengetahui proses radioisotope melacak kebocoran pipa dalam tanah
1.3.1.3 Mengetahui dampak penggunaan radiasi radioisotop




1.3.2 Manfaat
Adapun manfaat yang bisa didapat dari pembuatan makalah ini antara lain :
1.3.2.1 Bagi penulis
Agar penulis dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya terutama tentang aplikasi penggunaan isotop radioaktif oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
1.3.2.2 Bagi pembaca
Sebagai bahan referensi atau sumber untuk mendapatkan pengetahuan tentang aplikasi penggunaan isotop radioaktif oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).














BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Atom dan Inti
Kita telah mengenal bahwa di alam ini terdapat 90 buah unsur, baik unsure dalam keadaan padat, cair maupun dalam keadaan gas. Kecuali itu masih ada 15 unsur lagi, ialah unsure sintetik. Beberapa teori dan model tentang atom telah dikemukakan oleh beberapa ilmuwan diantaranya:
2.1.1 Model Atom
a. John Dalton (1766- 1844)
Seorang ilmuwan Inggris, dalam teorinya tentang atom mengemukakan bahwa atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Atom suatu unsure tidak dapat berubah menjadi atom unsure lain. Dua atom atau lebih yang berasal dari unsure-unsur yang berlainan dapat membentuk molekul, atom-atom sesuatu unsure semuanya serupa. Pada suatu reaksi kimia, atom-atom berpisah tetapi kemudian bergabung lagi dengan susunan yang berbeda dari semula, tetapi masa keseluruhan tetap, dan atom-atom bergabung menurut perbandingan tertentu. Bila 2 macam atom membentuk 2 macam senyawa atau lebih, maka perbandingan atom-atom yang sama dalam kedua senyawa itu sederhana.

b. J.J. Thomson (1856-1940)
Pada tahun 1897 menemukan elektron, yang menjadi bagian dari atom. Pada tahun 1904 mengemukakan model atom, bahwa atom itu terbentuk roti kismis (Gambar 1). Sebuah atom berbentuk bundar dan mempunyai muatan positif yang tersebar merata ke seluruh atom. Muatan ini dinetralkan oleh elektron-elektron yang tersebar di antara muatan listrik positip itu. Model ato ini tidak dikembangkan secara terperinci, karena ternyata tidak cocok dengan percobaan-percobaan Rutherford.


Gambar 1.
c. Ernest Rutherford (1871- 1937)
Model atom Rutherford adalah bahwa atom terdiri dari sebuah inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif. Inti atom dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negative. Susunan antara inti dan elektron-elektron atom adalah seperti susunan tata surya kita yaitu Matahari yang dikelilingi planet-planet. Partikel-partikel penyusun inti atom adalah proton dan netron. Proton bermuatan positif, dan netron tidak bermuatan (netral). Jumlah muatan listrik proton sama dengan jumlah muatan listrik elektron, hanya jenisnya yang berlawanan. Di dalam tiap atom, jumlah proton sama dengan jumlah elektron, sehingga jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negative. Dengan demikian atom bersifat netral, menurut Rutherford, atom hydrogen ditunjukkan seperti pada gambar 2.

Gambar 2.
Atom hydrogen merupakan atom merupakan atom yang paling ringan dan paling sederhana susunan atomnya. Sebuah atom hydrogen tunggal artinya tidak terikat dengan atom-atom lain, terdiri dari sebuah inti atom yang bermuatan positif, sebuah elektron yang bermuatan negative, dan bergerak mengelilingi intinya.
Sebuah atom terdiri dari nukleus yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif. Sehingga atom secara keseluruhan bermuatan netral. Inti Atom dibangun oleh dua jenis partikel utama yang masing – masing disebut dengan proton dan neutron. Karena proton dan neutron adalah unit penyusun dari sebuah inti, maka seringkali istilah proton dan neutron secara bersama – sama disebut dengan nukleon. Proton dan neutron bisa dihasilkan dalam keadaan bebas yakni di luar inti atom sehingga masing – masing sifat dari partikel tersebut dapat dipelajari Proton yang bermuatan positif adalah identik dengan inti atom hidrogen yakni sebuah atom hidrogen tanpa elektron tunggalnya. Sehingga massa sebuah proton adalah sama dengan massa sebuah atom hidrogen dikurangi dengan massa sebuah elektron.
Massa atom Hidrogen : 1.00813 amu
Massa Proton : 1.00758 amu
Sedangkan neutron yang merupakan partikel dasar penting dalam hubungan dengan pembangkitan energi nuklir adalah bermuatan netral. Konsekuensinya netron tidak akan mengalami penolakan, seperti halnya partikel bermuatan (proton, elektron) ketika dari luar mencapai nukleus yang bermuatan positif. Massa neutron lebih besar daripada massa proton yakni
Massa Neutron : 1.00897 amu
Biasanya di dalam pembangkitan sebuah energi atom dalam reaktor, hanyalah energi yang berasal dari intilah yang diperhitungkan sedangkan energi yang berasal dari elektron diabaikan (Karena begitu kecilnya).
Secara singkat kita harus memahami apa yang disebut energi atom dan apakah perbedaannya dengan energi kimia, Energi Kimia dan Energi Atom, sama-sama berasal dari atom, namun perbedaanya energi kimia yang dihasilkan dari tiap – tiap pembakaran sebuah batu bara dan minyak bumi – misalnya, akan menghasilkan penyusunan kembali (rearrangement) atom yang disebabkan oleh redistrisbusi elektron. Sedangkan di sisi lain, energi atom dihasilkan dari redistribusi partikel dengan inti atom (atomic nuclei). Karena itulah untuk menghindari kerancuan sering digunakan istilah “Energi Nuklir” daripada istilah energi atom.
2.1.2 Ionisasi
Ion adalah atom yang bermuatan listrik baik positif maupun negative. Atom netral adalah atom yang jumlah muatan positif pada intinya sama dengan jumlah muatan negative pada elektron-elektron yang mengelilinginya. Ionisasi adalah proses fisik mengubah atom atau molekul menjadi ion dengan menambahkan atau mengurangi partikel bermuatan seperti elektron atau lainnya. Proses ionisasi ke muatan positif atau negatif sedikit berbeda. Ion bermuatan positif didapat ketika elektron yang terikat pada atom atau molekul menyerap energi cukup agar dapat lepas dari potensial listrik yang mengikatnya. Energi yang dibutuhkan tersebut disebut potensial ionisasi. Ion bermuatan negatif didapat ketika elektron bebas bertabrakan dengan atom dan terperangkap dalam kulit atom dengan potensial listrik tertentu.
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan oleh suatu atom dalam bentuk gas untuk melepas satu elektron membentuk ion positif.

Gambar 3. atom memetlukan energi untuk melepas elektron.
Semakin kecil energi ionisasi, semakin mudah suatu atom melepas elektronnya membentuk ion negatif. Energi ionisasi pertama menunjukkanperiodicity. Itu artinya bahwa energi ionisasi bervarisi dalam suatu pengulangan jika anda bergerak sepanjang tabel periodik. Sebagai contoh, lihatlah pola dari Li ke Ne, dan kemudian bandingkan dengan pola yang sama dari Na ke Ar. Variasi pada energi ionisasi pertama ini dapat dijelaskan melalui struktur dari atom yang terlibat. Faktor yang mempengaruhi energi ionisasi Energi ionisasi merupakan ukuran energi yang diperlukan untuk menarik elektron tertentu dari tarikan inti. Energi ionisasi yang tinggi menunjukkan tarikan antara elektron dan inti yang kuat. Besarnya tarikan dipengaruhi oleh Muatan inti. Makin banyak proton dalam inti, makin positif muatan inti, dan makin kuat tarikannya terhadap elektron. Jarak elektron dari inti Jarak dapat mengurangi tarikan inti dengan cepat. Elektron yang dekat dengan inti akan ditarik lebih kuat daripada yang lebih jauh.
2.2 Alat-alat Penelitian Atom dan Inti
a. Siklotron (Cyclotron)
Alat ini dibuat pertama kali oleh Ernest.O. Lawrence dan M.S. Livingstone pada seabad yang lalu 1913 (Beberapa sumber seperti Wikipedia menuliskan tahun 1929). Sebagai alat penembak, digunakanlah proton atau inti helium. Sedangkan tegangan yang dipakai yaitu antara 10.000 hingga 200.000 volt. Lebih jelasnya, Siklotron merupakan suatu mesin (akselerator) yang mempercepat suatu partikel secara melingkar, sehingga diperolehlah energi kinetik yang tinggi. Partikel yang dapat digunakan selain proton yakni deuteron. Siklotron dapat mempercepat partikel karena pemberian medan magnet dan medan listrik yang konstan. Komponen utama sinklotron yakni sumber ion (penembak), sistem vakum tinggi, sistem pemercepat dan osilasi, sistem transpor berkas dan sistem target.


b. Proton-Sinkrotron (Proton-Synchrotron)
Alat ini dapat mempercepat proton sampai energi 100 BeV (1 Bilyun elektrovolt = 109 eV). Alat semacam ini ada yang disebut Cosmotron, dan Bevatron. Alat-alat ini sangat besar, berbentuk seperti gelang, jari-jari lingkaran dari Cosmotron adalah 9 meter, sedang Bevatron 15 meter. Proton yang dimasukkan dalam alat-alat ini melakukan kira-kira 2,3 x 10^6 putaran per detik. Hampir 1/100 kecepatan cahaya.

Gambar 4. Proton-sinkroton
c. Betatron
Betatron dibuat pertama kali oleh Donald.W. Kest dari University of Illinois pada tahun 1940, dengan menggunakan elektron yang mempunyai energi sampai 2,3 MeV sebagai proyektil atau pelurunya. Pada saat ini betatron yang lebih besar mempercepat elektron-elektron sampai energinya mencapai 300 Mev
d. Akselerator lurus (Long-straight Accelerator)
Alat yang satu ini dapat mempercepat proton atau elektron. Akselerator jenis ini milik Universitas Stanford di Amerika Serikat. Alat ini dapat digunaka mempercepat proton atau elektron sampai memperoleh energi 10 BeV dan juga alat yang satu ini memiliki panjang sekitar 2 mil atau 3,2 km.

e. Low Energy Antiproton Ring (LEAR)
Alat ini merupakan salah satu alat eksperimen yang dimiliki oleh CERN / Lembaga Riset Eropa. Alat ini didesain untuk memperlambat dan menyimpan antimateri, untuk mempelajari sifat dari antimateri dan untuk membuat atom Antihydrogen. Alat ini dibuat dari tahun 1982 dan masih beroperasi hingga 1996.
2.3 Sinar Radioaktif
Di alam ini ternyata ada bahan-bahan tertentu yang dapat memancarkan atau mengeluarkan sinar (radiasi) secara alami, dan tidak dapat dilihat dengan mata. Sinar ini mempunyai daya tembus. Bahan seperti ini disebut bahan radioaktif, sedangkan proses pemancaran sinarnya disebut radioaktivitas. Radioaktivitas terdiri dari atas pertikel atau gelombang, yaitu alfa, beta, gama. Sinar radioaktif adalah sinar yang dipancarkan oleh bahan radioaktif.
Radiasi alfa dapat ditahan oleh sebuah kertas. Lintasanya sedikit dibelokkan oleh medan magnet, ke suatu arah yang memperlihatkan bahwa lintasan itu terdiri atas pertikel-pertikal bermuatan positif. Daya ionisasi paling besar.
Radiasi beta merupakan partikel bermuatan negative (elektron berenergi tinggi) dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet kearah berlawanan, tetapi jauh lebih kuat, memperlihatkan bahwa radiasi ini terdiri atas partikel-pertikel bermuatan negative yang sangat ringan. Daya tembus sinar beta lebih besar dari alpha.
Sinar gama tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik dan magnet. Sinar gama terdiri dari foton-foton berenergi tinggi (gelombang elektromagnetik dengan λ lebih kecil dari λ sinar X). Sinar gama adalah radiasi electromagnet, seperti siner-X, tetapi dengan panjang gelombang yang lebih pendek dan energy yang lebih tinggi.

2.4 Alat Deteksi Radiasi
Oleh karena indera manusia tidak peka terhadap partikel-partikel alpha, beta maupun gamma, ertinya partikel-partikel itu tidak dapat dilihat maupun dirasakan. Jadi, manusia tidak dapat mengetahui atau perlu dibuat alat-alat yang lebih peka. Alat-alat tersebut disebut detector radiasi.
a. Foto Emulsi:
Pada alat ini terdiri dari sebuah film yang telah diberi emulsi khusu, yang dapat menangkap dan memperlihatkan lintasan atau jejak partikel-partikel, misalnya partikal alpha. Partikelnya sendiri tidak dapat ditangkap, tetapi yang dapat dilihat pada film ialah bekas ayau jejak-jejaknya. Dengan melihat berkas atu jejak-jejaknya dapat diketahui jenis partikelnya dan besarnya energy partikel itu.
b. Pencacah Geiger Muller.
Hanya bereaksi terhadap partikel bermuatan. Alat ini biasa juga disebut pencacah GM. Dibuat pertama kali oleh H. Geiger dan W. Mueller pada tahun 1928 yang merupakan penyempurnaan pencacah yang dibuat oleh H. Geiger pada tahun 1913. Pecacah GM ini dapat digunakan untuk menghitung banyaknya partikel-partikel alpha, beta maupun gamma. Bagian-bagian penting dari pencacah GM ialah:
- Sebuah tabung kaca yang tertutup kedua ujungnya.
- Sebuah silinder logam, misalnya tembaga yang tipis dan rata dipasang pada dinding bagian dalam dari tabung kaca, dan dihubungkan dengan kutub negative dan bekerja sebagai katoda.
- Kawat logam kecil dan bersih yang dipasang di tengah-tengah tabung kaca, dan dihubungkan dengan kutub negative dan bekerja sebagai anoda.
- Anoda dan katoda dihubungkan dengan sumber tegangan 1.000 volt.
- Alat ini dihubungkan dengan amplifier dan pengeras suara.

Gambar 5. Pencacah Geiger-Mueller
Cara kerja pencacah GM ialah:
- Tabung kaca yang hampa diisi dengan gas argon yang bertekanan rendah.
- Tegangan antara anoda dan katoda diatur sesuai dengan jenis gas dan aktivitas zat yang diukur. Biasanya 1.00 volt.
- Jika alat ini didekatkan pada zat yang memancarkan partikel-partikel, misalnya alpha atau beta, maka pertikel-partikel itu dapat menembus tabung kaca dan terjadilah ionisasi pada gas itu.
- Karena terionisasi, maka ada elektron yang lepas dari atom gas yang ditumbuk oleh partikel itu. Kemudian elektron ditarik ke anoda. Sedangkangas yang ditumbuk partikel itu akan menjadi ion positif,karena elektronnya lepas, dan kemudian ion-ion positif ini ditarik anoda.
- Peristiwa pelepasan elektron-elektron dan atomnya kemudian ditarik ke anoda, dan penarikan ion-ion positif ke katoda berlangsung sangat cepat, dan berarti merupakan pemindahan muatn listrik yang terjadi secara denyutan atau pulsa.
- Denyutan listrik ini diperkuat oleh amplifier sehingga melalui pengeras suara dapat kita dengar sebagai suara yang berdetak.
Dan denyutan ini langsung dicatat pada alat pencacat listrik, sehingga kita dapat melihat berapa benyaknya partikel-partikel tiap detik yang masuk ke pencacah GM ini.
- Dari sini dapat dilihat:
Makin kuat aktivitas zat, makin banyak partikel yang dipancarkan dan makin banyak bilangan yang ditunjukkan serta makin banyak detakkan yang kita dengar. Pencacah GM sangat praktis, karena bentunya kecil dan mudah dibawah ke mana-mana, misalnya untuk mancari batuan-batuan atau mineral yang mengandung zat radiaktif.
c. Kamar kabut Wilson. Untuk melihat partikel yang terionisasi.
d. Detekter Sintilasi.
Menggunakan bahan logam yang inti atom-atomnya mudah tereksitasi oleh radiasi yang datang. Pada alat ini ada zat yang dapat berpendar (fluorensi) yang dipakai untuk menangkap partikel-partikel alpha. Jika partikel alpha mengenai zat itu, maka zat itu akan berpendar seperti bintik-bintik kecil yang terang.


Gambar 6. Pencacah Sintilasi
Dengan alat ini dapat secara langsung mengetahui banyaknya partikel-partikel alpha yaitu apabila:
- Bintik-bintik yang berpendar banyak, berarti partikel-partikel alpha yang menumbuk zat berpendar itu banyak.
Jika alat ini dihubungan dengan tabung photomultiplier (tabung pengganda), maka tumbukkan-tumbukkan partikel itu dapat dihitung dengan dengan alat penghitung listrik (elektrik). Oleh karena pada alat ini kita bisa menghitung (mancacah) banyaknya tumbukkan partikel dengan jalan melihat zat yang berpendar (sintilasi), maka alat ini disebut pencacah sentilasi (pencacah = penghitung, sintilasi = berkedip-kedip atau percikan cahaya atau berpendar).
2.5 Isotop
Isotop suatu unsure, ialah atom-atom dari unsure tersebut yang mempunyai sifat kimia sma, tetapi sifat fisiknya berbeda. Bentuk dari unsur yang nukleusnya memiliki nomor atom yang sama - jumlah proton di nukleus - tetapi dengan massa atom yang berbeda karena mereka memiliki jumlah neutron yang berbeda. Atom yang mempunyai nomor atom yang sama tetapi memiliki nomor massa yang berbeda. Secara bersama, isotop-isotop dari unsur-unsur membentuk suatu set nuklida. Sebuah nuklida adalah satu jenis tertentu nukleus atom, atau lebih umum sebuah aglomerasi proton dan neutron. Lebih tepat lagi untuk mengatakan bahwa sebuah unsur seperti fluorine terdiri dari satu nuklida stabil dan bukan dia memiliki satu isotop stabil.
Perbedaan sifat fisika adalah perbedaan massanya. Dan yang menyebabkan perbedaan massa adalah karena jumlah netron berbeda. Perbedaan jumlah netron menyebabkan perbedaan jumlah nucleon. Sedangkan jumlah nucleon ditunjukkan oleh nomor massa. Dengan demikian nomor massa (A) akan berbeda.
Sedangkan persamaan sifat kimia ditunjukkan oleh muatan proton atau elektronnya. Sedangkan jumlah proton ditunjukkan dengan nomor atom. Dengan demikian, maka nomor atomnya (Z) adalah sama. Jadi pada isotop mempunyai ciri-ciri: nomor atom (Z) sama, sedangkan nomor massa (A) berbeda.
Isotop digolongkan menjadi 2 macam ialah:
a. Isotop stabil, yaitu isotop yang memiliki oleh sesuatu unsure dimana unsure itu sudah tidak dapat berubah menjadi isotop unsure lain. Isotop-isotop alamiah stabil yang diketahui sampai saat ini berjumlah lebih dari 260.
b. Isotop Radioaktif, atau radioisotope, ialah isotop yang dimiliki oleh sesuatu unsure radioaktif, bila memnacarkan partikel-partikel alpha, beta dan gamma dari dalam intinya. Suatu radioisotope, bila memncarkan partikel-partikel akan berubah menjadi isotop.
2.6 Radioisotop
Isotop-isotop yang tidak stabil disebut radioisotope. radioisotop bersifar radioaktif yang selalu memancarkan partikel alpha, beta, gama.
1. Pembuatan Radioisotop
Radioisotope yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh dari alam, misalnya I-123, I-131, Co-60, Cs-137, P-32, Na-24, Cr-51, Te-99.
Radioisotope tersebut diperoleh dari reaksi inti (ditembak dengan partikel neutron) terhadap nuklida stabil.
2. Penggunaan radioisotope
a. Dalam bidang kedokteran
- Membasmi kangker dengan menggunakan sinar gama yang dipancarkan oleh radioisotope
- Mendeteksi kelainan-kelainan dalam tubuh.
- Mensterilkan peralatan-peralatan kedokteran dengan sinar gamma.
- Pemeriksaan gangguan ginjal dengan I-123
- Pemeriksaan penyempitan pembuluh darah dengan Na-24
b. Industry
- Mengatur ketebalan kertas dan aluminium foil dengan sinar beta.
- Mengatur ketebalan lembaran baja dengan sinar gamma.
- Mengatur ketebalan ban kendaraan dengan isotop stronsium
c. Hidrologi (pengairan)
- Untuk mengetahui kebocoran bendungan atau pipa minyak dalam tanah dengan partikel beta.
- Untuk mengetahui endapan lumpur pada pelabuhan yang menyebabkan pendangkalan.
d. Penentuan umur fosil dan benda-benda kuno
Untuk menentukan umur benda-benda kumo, fosil-fosil dengan menghitung kadar C-14nya. Makin tua suatu benda, makin berkurang kadar C-14nya.
2.7 Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Bandung.
Dengan terbentuknya Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada tahun 1957, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 65 tahun 1958, maka pemerintah pada tanggal 5 Desember 1958 meningkatkan status Panitia Negara untuk Pengukuran Radioaktiviteit (berstatus sebagai lembaga penasihat) menjadi lembaga baru yang dapat merealisasikan pelaksanaan program nuklir di Indonesia, Yaitu Lembaga Tenaga Atom (LTA). Terbentuknya LTA memperoleh tanggapan dari para tenaga pengajar Bagian Fisika, Fakultas Ilmu Pasti dan Alam, UI Bandung (sekarang ITB). Berdasarkan Undang-undang No.31 tahun 1964, LTA diubah menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), dan terakhir, berdasarkan Keppres No. 197 tahun 1998, diubah lagi menjadi Badan Tenaga Nuklir Nasional tanpa merubah singkatan, tetap BATAN.
Berdasarkan pada persetujuan kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dengan pemerintah RI (1960) tentang penggunaan tenaga atom untuk tujuan damai. Indonesia menerima hibah sebuah reaktor riset jenis Triga Mark II (Trainning, Research, Isotope Production made by General Atomic, San Diego, AS). Penandatanganan kerjasama antara RI dan AS dilakukan tanggal 11 Maret 1961. Penentuan jenis reaktor dilakukan berdasarkan kepada kebutuhan pemakai awal. Batu pertama diletakkan oleh Presiden RI Pertama Ir. Soekarno pada tanggal 9 April 1961. Pemberi pekerjaan adalah LTA bersama ITB. Survey radiasi lingkungan mulai dilakukan dalam radius 5 km. Pembangunan fisik gedung dilakukan oleh PT. Hutama Karya. Dalam pemasangan instalasi nuklirnya LTA-ITB dibantu Gordon Fleming dari Home & Narver, Los Angeles. Bangunan selesai pada akhir tahun 1963 diteruskan dengan pemasangan instalasi reaktor dan reaktornya sendiri. Sesuai dengan kerjasama antara LTA dan ITB, reaktor Triga Mark II milik LTA sedangkan pengoperasiannya dilakukan oleh ITB.
Perakitan dan commisioning reaktor dibimbing dan diawasi oleh dua orang expert dari General Atomic, Dr. William Whittemore (teknologi reaktor) dan Dr. L. Logan (instrumentasi). Kondisi critical dicapai pada tanggal 16 Oktober 1964, jam 18.37,5 (waktu itu). Peristiwa reaktor atom Indonesia pertama mencapai kritis pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober 1964 siang,
Hari Sabtu tanggal 20 Februari 1965 Presiden RI pertama Soekarno meresmikan berdirinya Pusat Reaktor Bandung (PRAB-BATAN) dengan reaktor Triga Mark II yang beroperasi pada daya 250 KW. Sediaan Pertama untuk membuat radioisotop disiapkan oleh Dr. A. Amirudin dan mahasiswa kimia ITB F. David di Lab. Prefab VI ITB pada November 1965. Pada tahun 1965 untuk pertama kalinya Pusat Reaktor Bandung menerima pekerjaan radiografi, memeriksa konstruksi jembatan Rantau Berangin atas permintaan PT Waskita Karya. Isotop radioaktif yang dipergunakan adalah Iradium-192 (import).
Kemudian berturut-turut, dibangun pula beberapa fasilitas litbangyasa yang tersebar di berbagai pusat penelitian, antara lain Pusat Penelitian Tenaga Atom Pasar Jumat, Jakarta (1966), Pusat Penelitian Tenaga Atom GAMA, Yogyakarta (1967), dan Reaktor Serba Guna 30 MW (1987) disertai fasilitas penunjangnya, seperti: fabrikasi dan penelitian bahan bakar, uji keselamatan reaktor, pengelolaan limbah radioaktifdanfasilitas nuklir lainnya.
Sementara itu dengan perubahan paradigma pada tahun 1997 ditetapkan UU No. 10 tentang ketenaganukliran yang diantaranya mengatur pemisahan unsur pelaksana kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir(BATAN)dengan unsur pengawas tenaga nuklir (BAPETEN).
Pada Desember 1967 untuk pertama kalinya radioisotop buatan Triga diaplikasikan dalam bidang hidrologi (Natrium, Brom dan Aurum) untuk meneliti kebocoran tanggul Waduk Darma (Kuningan, Cirebon). Pekerjaan dilaksanakan atas permintaan Lembaga Penyelidikan Masalah Air, LPMA, DPU-TL. Aplikasi dalam bidang hidrologi berkelanjutan antara lain pada: Waduk Sempor di Jawa Tengah; pada beberapa sungai seperti Sungai Ciliwung, Citanduy, Cilongkrang dan sungai-sungai di proyek Jratunseluna Jawa Tengah; Waduk Selorejo di Blitar bekerjasama dengan Proyek Serbaguna Kali Brantas.
Untuk meningkatkan kemampuan memproduksi radioisotop dan meningkatkan jenis dan kemampuan penelitian disimpulkan daya reaktor perlu dinaikan menjadi satu megawat termal. Pekerjaan dimulai pada awal September 1971 dengan meng-shut down reaktor dan selesai pada akhir November 1971 . Criticality Experiment Triga-1000 dilakukan pakar PRAB sendiri. reaktor terbukti mampu bekerja pada daya 1000 Kwt dan diresmikan Presiden Suharto pada 4 Desember 1971.
Dalam kaitan dengan pembangunan reaktor Kartini di Yogyakarta, 1978, PRAB ambil bagian diantaranya dalam desain perhitungan perisai beton, bangunan reaktor, pengawasan pembuat tangki reaktor . Pada tanggal 18 Maret 1980, nama Pusat Reaktor Atom Bandung (PRAB) diubah menjadi Pusat Penelitian Teknik Nuklir (PPTN).
Karena tuntutan masyarakat dan pemerintah akan keselamatan dan keamanan kerja serta lingkungan semakin bertambah tinggi, dan di lain pihak kebutuhan akan radioisotop, baik dari dalam maupun dari luar negeri semakin meningkat dan makin memerlukan jaminan kesinambungan yang tinggi, sekaligus sebagai penyangga reaktor serba guna G.A.Siwabessy, diperlukan reaktor dengan kemampuan memproduksi radioisotop yang cukup. Hal ini dapat dicapai dengan cara menaikkan daya reaktor menjadi dua mega watt, tanpa mengurangi sifat selamat bawaan yang menjadi ciri khas reaktor yang dioperasikan di Bandung ini. Mulai awal tahun 1996 reaktor tidak dioperasikan lagi dan dibongkar untuk program upgrading peningkatan keselamatan dan daya reaktor dari 1000 kW menjadi 2000 kW.
Pada tanggal 13 Mei 2000, pukul 06.32 WIB, reaktor mencapai kekritisan pertama pada daya 2000 kW. Selanjutnya pada tanggal 24 Juni 2000, Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri meresmikan mulai dioperasikannya reaktor dengan daya 2000 kW, nama reaktor diubah menjadi Reaktor TRIGA 2000 Bandung.



BAB 3. PELAKSANAAN KEGIATAN


3.1 Tempat dan Waktu:
3.1.1 Tempat : Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Bandung.
Jl. Tamansari No.71, Bandung 40132
3.1.2 Waktu : Selasa, 15 juni 2011. Pukul 14.00 WIB

3.2 Objek Kunjungan:
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Bandung secara singkat dapat dideskripsikan sebagai berikut:
3.2.1 Sejarah Perkembangan BATAN
Kawasan Nuklir Bandung dibangun pada tahun 196 yang menempati area sekitar 3 hektar dan merupakan tempat dibangunnya reaktor pertama di Indonesia. Di kawasan ini terdapat Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri (PTNBR).Kedokteran nuklir pertama kali dikembangkan di Kawasan Nuklir Bandung yang merupakan embrio dari kedokteran nuklir di Indonesia. Saat ini kegiatan kedokteran nuklir dikembangkan lebih lanjut di beberapa rumah sakit di Indonesia.Untuk mendukung pelaksanaan litbang, Kawasan Nuklir Bandung dilengkapi dengan berbagai fasilitas antara lain Reaktor Triga Mark II dengan daya 250 kW (1965). Daya reaktor ini pada tahun 1971 ditingkatkan menjadi 1000 kW dan kemudian menjadi
Kegiatan pengembangan dan pengaplikasian teknologi nuklir di Indonesia diawali dari pembentukan Panitia Negara untuk Penyelidikan Radioaktivitet tahun 1954. Panitia Negara tersebut mempunyai tugas melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya jatuhan radioaktif dari uji coba senjata nuklir di lautan Pasifik.
Dengan memperhatikan perkembangan pendayagunaan dan pemanfaatan tenaga atom bagi kesejahteraan masyarakat, maka melalui Peraturan Pemerintah No. 65 tahun 1958, pada tanggal 5 Desember 1958 dibentuklah Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom (LTA), yang kemudian disempurnakan menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) berdasarkan UU No. 31 tahun 1964 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Tenaga Atom. Selanjutnya setiap tanggal 5 Desember yang merupakan tanggal bersejarah bagi perkembangan teknologi nuklir di Indonesia dan ditetapkan sebagai hari jadi BATAN.
Sementara itu dengan perubahan paradigma pada tahun 1997 ditetapkan UU No. 10 tentang ketenaganukliran yang diantaranya mengatur pemisahan unsur pelaksana kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir(BATAN)dengan unsur pengawas tenaga nuklir (BAPETEN).
Pada perkembangan berikutnya, untuk lebih meningkatkan penguasaan di bidang iptek nuklir, pada tahun 1965 diresmikan pengoperasian reaktor atom pertama (Triga Mark II) di Bandung. Kemudian berturut-turut, dibangun pula beberapa fasilitas litbangyasa yang tersebar di berbagai pusat penelitian, antara lain Pusat Penelitian Tenaga Atom Pasar Jumat, Jakarta (1966), Pusat Penelitian Tenaga Atom GAMA, Yogyakarta (1967), dan Reaktor Serba Guna 30 MW (1987) disertai fasilitas penunjangnya, seperti: fabrikasi dan penelitian bahan bakar, uji keselamatan reaktor, pengelolaan limbah radioaktifdanfasilitas nuklir lainnya
Sesuai dengan UU No. 10/1997 tentang Ketenaganukliran dan Keppres RI No. 64/2005, BATAN ditetapkan sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen, berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. BATAN dipimpin oleh seorang Kepala dan dikoordinasikan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi.

3.2.2 Tugas Pokok dan Fungsi BATAN
Tugas pokok BATAN adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan dan pemanfaatan tenaga nuklir sesuai ketentuan Peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas, BATAN menyelenggarakan fungsi:
1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian, pengembangan dan pemanfaatan tenaga nuklir.
2. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BATAN.
3. Fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang penelitian, pengembangan dan pemanfaatan tenaga nuklir,
4. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.
3.2.3 Visi Dan Misi
3.2.3.1 Visi
Terwujudnya iptek nuklir berkeselamatan handal sebagai pemicu dan pemacu kesejahteraan.
3.2.3.2 Misi
1. Melaksanakan litbangyasa iptek nuklir untuk bidang energi dan nonenergi
2. Melakukan diseminasi hasil litbangyasa iptek nuklir
3. Melaksanakan kegiatan demi kepuasan pemangku kepentingan.
3.2.4 Tujuan
Tujuan pembangunan iptek nuklir adalah memberikan dukungan nyata dalam pembangunan nasional dengan peran :
1. Meningkatkan hasil litbang energi nuklir, isotop dan radiasi, dan pemanfaatan/pendayagunaanya oleh masyarakat dalam mendukung program pembangunan nasional
2. Meningkatkan kinerja manajemen kelembagaan dan penguatan sistem inovasi dalam rangka mendukung penelitian, pengembangan dan penerapan energi nuklir, isotop dan radiasi.
3.2.5 Sasaran
Sasaran pembangunan iptek nuklir yang ingin dicapai adalah :
1. Peningkatan hasil litbang enisora berupa bibit unggul tanaman pangan, tersedianya insfrastruktur dasar pembangunan PLTN, pemahaman masyarakat terhadap teknologi nuklir, pemanfaatan aplikasi teknologi isotop dan radiasi untuk kesehatan; dan
2. Peningkatan kinerja manajemen kelembagaan dan penguatan sistem inovasi meliputi kelembagaan iptek, sumber daya iptek dan penguatan jejaring iptek dalam rangka mendukung pemanfaatan hasil penelitian, pengembangan dan penerapan energi nuklir, isotop dan radiasi di masyarakat
3.2.5 Prinsip
Segenap kegiatan iptek nuklir dilaksanakan secara profesional untuk tujuan damai dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan keamanan, serta kelestarian lingkungan hidup.
3.2.4 Nilai-nilai
Segenap kegiatan nuklir dilandasi nilai-nilai :
• Visionary, Innovative, Excellent dan Accountable
• Kejujuran, Kedisiplinan, Keterbukaan, Tanggungjawab, Kreatif dan Kesetiakawanan
Serta Berpedoman pada 5 (lima) pedoman BATAN yaitu :
• Berjiwa pionir
• Bertradisi ilmiah
• Berorientasi industri
• Mengutamakan keselamatan
• Komunikatif





3.3 Perolehan Data
Data yang digunakan adalah data dari kegiatan kunjungan observasi di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Bandung. Data yang didapat juga diperoleh dari wawancara dan tanya jawab dengan petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Data yang ada didalamnya dihasilkan melalui pengunduhan pada suatu website dan sumber media cetak tentang Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Bandung yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

3.4 Teknik Analisis Data
Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa data deskriptif. Yakni statistik data yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menganalisa data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan untuk umum.












BAB 4. HASIL PRAKTEK KULIAH LAPANGAN


4.1 Isotop radioaktif buatan Triga
Sebuah Reactor Triga Mark II (Trainning, Research, Isotope Production made by General Atomic, San Diego, AS).yang beroperasi pada daya 250 KW memproduksi isotop radioaktif. Pada tahun 1965 untuk pertama kalinya radioisotop buatan Triga diaplikasikan. Dalam memisahkan isotop sangat sulit, setelah para ilmuwan menemukan isotop, mereka perlu memisahkan untuk dipelajari. Itu tidak mudah dilakukan karena isotop-isotop suatu unsure identik secara kimia sehingga dipengaruhi dengan cara sama oleh suatu proses kimia yang diberikan.
Agar inti menjadi stabil, jumlah neutron sama dengan jumlah proton yaitu, inti yang selamanya tidak berubah. Jika ada terlalu sedikit atau terlalu banyak neutron, inti akan mengalami disitregasi, atau pecah. Kemudia memancarkan partikel-partikel atau inti pecah menjadi dua membentuk inti-inti lain. Hal ini terjadi secara berulang sehingga inti-inti stabil terbentuk. Pemecahan suatu inti menjadi inti lain disebut radioaktivitas, dimana inti hanyamengalami pemancaran energy dalam bentuk radiasi tanpa mengubah identitas inti tersebut.
Memisahlan isotop dilakukan dengan proses kimia karena isotop-isotop suatu unsure identik secara kimia. Zat-zat yang mengandung suatu campuran isotop diionisasi, dan seberkas ion dilewatkan melalui medan listrik dan medan magnet. Berkas tersebut terpisah karena ion-ion yang mempunyai massa lebih kecil akan lebih cepat dibelokkan. Teknik penting lainnya adalah pemisahan sentrifugal. Sebuah campuran gas isotop dlewatkan ke sebuah bilik yang berputar cepat. Isotop-isotop yang lebih berat ke luar sedikit lebih kuat ke bagian pinggir bilik yang sedang berputar daripada isotop-isotop yang lebih ringan, sehingga terbentuklah pemisahan sebagian. Aliran gas dikumpulkan dari bagian tengah dan pinggir sentrifuga oleh dua “sekop”. Sebuah unit pemisah sentrifugal menerima campuran isotop-isotop berbentuk gas sebagi bahan baku dan mengmbalikan satu aliran gas yang diperkaya dalam bentuk isotop yang lebih ringan, dan yang lain dipermiskin (susut kadar). Pada setiap tahap pada alat difusi gas, bagian yang dipermiskin dari hasil keluaran dibiarkan lewat, sementara yang diperkaya dikirim kembali ke tahap sebelumnya.
Radioaktivitas disebabkan oleh perubahan didalam inti. Pecahnya suatu atom menjadi atom baru, sehingga terjadi peluruhan radioaktif. Hal ini terjadi karena adanya ketidak seimbangan antar jumlah proton dan netron di dalam inti. Di dalam inti proton dan neutron dapat saling bertukar. Jika ada terlalu banyak neutron, salah satu dapat diubah menjadi proton. Pada waktu yang sama, sebuah terbentuk agar jumlah muatannya sama dengan sebelum perubahan.elektron dikeluarkan sebagai partikel beta yang bergerak cepat, sementara protonnya tetap tinggal sebagi bagin dari inti baru. Dalam radioaktivitas, radiasi berasal dari atas dua proton yang bergabung dengan dua neutron. Partikel beta adalah elektron yang terbentuk karena proses nuklir. Kemudian terjadi proses peluruhan radioaktif suatu radioisotope (isotop radioaktif).

4.2 Proses Radioisotop malacak kebocoran.
Radioisotop buatan Triga diaplikasikan untuk meneliti kebocoran pipa dalam tanah. Beberapa isotop yang sangat radioaktif, dapat digunakan untuk “memotret” komponen-komponen industry, seperti balok penompang atau sambungan pipa dalam tanah, untuk menghasilkan citra-citra yang mengungkap kerusakan yang tak kasat mata. Radioisotope mempunyai banyak manfaat di bidang pembangunan. Radioisotop dapat dilekkan ke dalam pipa dengan jumlah yang sangat kecil, agar radiasinya tidak membahayakan. Bahan tersebut harus memiliki umur paruh pendek, agar radioaktivitasnya tidakl tetap bertahan didalam waduk yang kemungkinan membahayakan manusia. Kebocoran pipa dapat dideteksi dengan bantuan radioktivitas. Sebuah isotop yang radioaktif dipompa ke dalam pipa tersebut. Sedikit radiasi dapat menembus dinding pipa. Tetapi radiasi yang lepas ke tanah di tempat yang bocor dapat dideteksi dengan pencacah Geiger.
Pencacah Geiger dapat mendeteksi partikel-partikel tunggal. Sebuah tegangan tinggi dilewatkan di antara sebuah katode berbentuk tabung dan anodenya, yang berbentuk sebuah kabel yang memanjang dibagian tengah katode. Ketika sebuah partikel dilewatkan ke tabung itu, elektron akan keluar dari atom-atom gas di dalam tabung. Ion-ion bermuatan negative bergerak cepat ke bagian tengah anode. Lebih banyak elektron akan dikeluarkan, agar sebuah aliran elektron mencapai anode. Elektron-elektron kemudian mengalir disepanjang kabel luar dalam bentuk arus listrik, menciptakan suara klik di pengeras suara. Pencacah Geiger kokoh, kuat, dan mudah dibawa. Kecepatan bunyi klik dan arah jarum penunjuknya memberikan ukuran kasar intensitas radioaktivitas yang ada.
4.3 Pengaruh penggunaan radiasi radioisotop
Seperti sumber energy lainnya, radisi mempunyai resiko yang bisa membahayakan kesehatan. Radiasi dapat berbahaya bila kita terkena dalam jumlah yang besar. Apabila kita terkena radiasi ribuan kali dosis radiasi alamiah dapat menyebabkan kematian. Namun dalam setiap kegiatan dengan menggunakan radiasi dan zat radioaktif dipersyaratkan adanya prosedur kerja yang memadai. Hal ini untuk mengatasi kesalahan dalam bekerja dan kelebihan dosis yang dapat membahayakan kesehatan. Yang perlu diingat bahwa pengaruh penyinaran dari radiasi alam dan radiasi buatan adalah kecil.
Walaupun energi yang ditumpuk sinar radioaktif pada mahluk hidup relatif kecil tetapi dapat menimbulkan pengaruh yang serius. Hal ini karena sinar radioaktif dapat mengakibatkan ionisasi, pemutusan ikatan kimia penting atau membentuk radikal bebas yang reaktif. Ikatan kimia penting misalnya ikatan pada struktur DNA dalam kromosom. Perubahan yang terjadi pada struktur DNA akan diteruskan pada sel berikutnya yang dapat mengakibatkan kelainan genetik, kanker dll.
Pengaruh radiasi pada manusia atau mahluk hidup juga bergantung pada waktu paparan. Suatu dosis yang diterima pada sekali paparan akan lebih berbahaya daripada bila dosis yang sama diterima pada waktu yang lebih lama.
Secara alami kita mendapat radiasi dari lingkungan, misalnya radiasi sinar kosmis atau radiasi dari radioakif alam. Disamping itu, dari berbagai kegiatan seperti diagnosa atau terapi dengan sinar X atau radioisotop. Orang yang tinggal disekitar instalasi nuklir juga mendapat radiasi lebih banyak, tetapi masih dalam batas aman.
Pengukuran radioaktivitas menujukkan bahwa radioaktivitas ada di sekeliling kita sepanjang waktu pada kadar rendah. Unsure-unsur seperti uranium dan torium telah ada di dalam bebatuan sejak Bumi terbentuk. Unsure-unsur itu memancarkan sebuah gas radioaktif,. Gas radon dipancarkan oleh batuan dan sebagian wilayah dapat menjadi berbahaya bila mengumpul diruangan bawah tanah. Unsure-unsur radioaktif yang diserap oleh tanaman dan hewan, muncul di makanan yang kita makan, dan ada arus sinar kosmis secara terus menerus dari luar angkasa. Kita terus menerus dibombardir oleh radioaktivitas alami dari lingkunagn sekitar kita.












Bab 5 Kesimpulan Dan Saran


5.1 Kesimpulan
Sebuah reaktor riset jenis Triga Mark II memproduksi isotop radioaktif. isotop-isotop suatu unsure identik secara kimia sehingga dalam pembuatnnya dipengaruhi dengan cara sama oleh suatu proses kimia yang diberikan.
Radioisotop buatan Triga diaplikasikan untuk meneliti kebocoran pipa dalam tanah. Kebocoran pipa dapat dideteksi dengan bantuan radioktivitas. Sebuah isotop yang radioaktif dipompa ke dalam pipa tersebut. Sedikit radiasi dapat menembus dinding pipa. Tetapi radiasi yang lepas ke tanah di tempat yang bocor dapat dideteksi dengan pencacah Geiger.
Radiasi dapat berbahaya bila kita terkena dalam jumlah yang besar. Apabila kita terkena radiasi ribuan kali dosis radiasi alamiah dapat menyebabkan kematian. sinar radioaktif dapat mengakibatkan ionisasi, pemutusan ikatan kimia penting atau membentuk radikal bebas yang reaktif. Ikatan kimia penting misalnya ikatan pada struktur DNA dalam kromosom. Perubahan yang terjadi pada struktur DNA akan diteruskan pada sel berikutnya yang dapat mengakibatkan kelainan genetik, kanker dll.


5.2 Saran
Dalam setiap kegiatan dengan menggunakan radiasi dan zat radioaktif dipersyaratkan adanya prosedur kerja yang memadai. Hal ini untuk mengatasi kesalahan dalam bekerja dan kelebihan dosis yang dapat membahayakan kesehatan. Yang perlu diingat bahwa pengaruh penyinaran dari radiasi alam dan radiasi buatan adalah kecil




Daftar Pustaka
Badan Tenaga Nuklir Nasional, 1996. Radiasi dalam Bahasa Sehari-hari. Jakarta: PDIN-BATAN

Cristopher Cooper, 2001. Materi Fisika. Bandung: Pakar Raya.

Ir. Adiawardojo, pengenalan Teknologi Energi Nuklir. Jakarta: Pusat Pemasyarakatan IPTEK nuklir dan Kerjasama BATAN

Wandowo, 2005. Aplikasi Radioisotop dalam Bidang Industri. Jakarta: PDIN-BATAN

Prof. Dr. Muljono, 2003. Fisika Modern. Jakarta: ANDI

Doni, Aditya. 2011. Alat-alat dibalik Penelitian Aton dan Inti. Technology Site
http://ict-site.blogspot.com/2011/03/alat-alat-dibalik-penelitian-atom-dan.html [diakses pada tanggal 10 September 2011 pukul 15.55 WIB]
Fatul. 2011. Pemanfaatan Radioaktif dalam Berbagai Bidang Kehidupan.
http://akulisfatul.blogspot.com/2011/05/pemanfaatan-radioaktif-dalam-berbagai.html [diakses pada tanggal 11 September 2011. pukul 09.00WIB]
Rachman, Ihsan Budi. 2010. Analisis pengenceran Isotop.
http://ihsan-br.blogspot.com/2010_12_01_archive.html [diakses pada tanggal 11 September 2011. pukul 09.40 WIB]
Tedy.2009.Struktue Atom. Tedy dalam Tulisan
http://kliktedy.wordpress.com/2009/08/12/struktur-inti-atom/ [diakses pada tanggal 10 September 2011. pukul 10.00 WIB]

Tedy.2009.Massa Atom, Nomor Atom, dan Isotop. Tedy dalam Tulisan
http://kliktedy.wordpress.com/2009/08/12/struktur-inti-atom/ [diakses pada tanggal 10 September 2011. pukul 10.00 WIB]
Tim Web BATAN Bandung, Kejadian Penting pada Pusat Reaktor Bandung.
http://www.batan.go.id/ptnbr/index.php/profil/sejarah.html?start=2 [diakses pada tanggal 10 September 2011. pukul 09.00 WIB]
Tim penyusun Wikipedia.2011. Inti Atom
http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_atom [diakses pada tanggal 10 September 2011 pukul 10.30 WIB]
Tim penyusun Wikipedia.2011.ionisasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Ionisasi [diakses pada tanggal 10 September 2011 pukul 10.30 WIB]
Tim penyusun Situs Kimia Indonesia. 2011. Energi Ionisasi.
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/struktur_atom_dan_ikatan/sifat_dasar_atom/energi-ionisasi/ [diakses pada tanggal 10 September 2011 pukul 11.08 WIB]









Lampiran

1. Peran Aktif BATAN

1954 Pembentukan Panitia Negara untuk Penyelidikan Radioaktivitet
1958 Pembentukan Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom (PP No.65 Tahun 1958)
1964 Penetapan UU No.31 Tahun 1964 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Tenaga Atom 1964
1965 Peresmian Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pengoperasian Reaktor Triga Mark II berdaya 250 kW oleh Presiden RI serta Perubahan nama Lembaga Tenaga Atom menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN)
1966 Pembentukan Pusat Penelitian Tenaga Atom (PPTA) Pasar Jumat, Jakarta 1966
1967 Pembentukan Pusat Penelitian GAMA Yogyakarta
1968 Peresmian penggunaan Iradiator Gamma Cell Co-60 PPTA Pasar Jumat oleh Presiden RI
1970 Peresmian Klinik Kedokteran Nuklir di PPTA Bandung
1971 Reaktor Triga Mark II Bandung mencapai kritis pada daya 1 MW
1972 Pembentukan Komisi Persiapan Pembangunan PLTN (KP2-PLTN)
1979 Peresmian mulai beroperasinya Reaktor Kartini dengan daya 100 kW di PPTA Yogyakarta oleh Presiden RI
1984 Pengoperasian Mesin Berkas Elektron 300 keV di PPTA Pasar Jumat oleh Presiden RI
1987 Peresmian pengoperasian Reaktor Serba Guna GA. Siwabessy dengan daya 30 MW
1988 Peresmian pengoperasian Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif di PPTA Serpong oleh Presiden RI
1989 Peresmian pengoperasian Instalasi Radioisotop dan Radiofarmaka, Instalasi Elemen Bakar Eksperimental di PPTA Serpong oleh Presiden RI.
1990 Peresmian Instalasi Radiometalurgi, Instalasi Keselamatan dan Keteknikan Nuklir, Laboratorium Mekano Elektronik Nuklir di PPTA Serpong - Tangerang oleh Presiden RI
1992 Peresmian pengoperasian Instalasi Spektrometri Neutron, Instalasi Penyimpanan Elemen Bakar Bekas dan Pemindahan Bahan Terkontaminasi di PPTA Serpong - Tangerang oleh Presiden RI

Senin, 20 September 2010

Assalammu’alaikum.. wr. Wb.


Tgl 30 November 2009
Sore hari sekitar jam stengah 3 an. Aq ke Stasiun. Dari Jombang mao balik ke jember naeg kereta api Logawa. Di jadwal keretanya tuh jam stengah 3. Tpi ada keterlambatan ampe lama banget. Saat itu kota jOmbang du guyur hujan sore yang derez bgt. Di sertai angin, suara halilintar dan petir, hmmm…. Dingin bgt pokoknya waktu itu di stasiun jombang.
Aq melihat keadaan sekitar secra menyeluruh, tiba2 mataku tertuju pada sosok cwo dan cew. Ketika aq melihat cwo’ tdi?! Gag sengaja aj saling tatapan mata. Setelah itu biasa ajah, aq tetep lihat2 keadaan sekitar. Stasiun yang rame bgt.
Jam stengah 5, kereta logawa masuk jombang. Telatnya lama bgt… uGh!!! Aq dan keluarga pak Lek qu, ber-8 rombongan berjalan, menuju tepi jalur rel kereta api. Sembari menungggu logawa masuk Stasiun, lagi2 aq melihat keadaan sekitar. Dan lagi2 bertatap pandang ma cwo itu,,. Ternyata aq dan dia bakalan 1 gerbong nih..
Tidak lama kemudian kereta datang, dan pak lek qu yang posisinya dpan cendiri mao masuk ke dalam kereta, saat itu kan emang rame dan pintu kereta hanya terbuka 1, ketika pak Lek qu naeg duluan, tiba2 ad yang nyeletuk. eh! Pak.. tolong ya, pintunya di buka dua2nya”. Pikirku nie cwo’ mentang2 bgt sih.
Akhirnya semua penumpang Logawa bisa masuk ke dalm kereta. Namun, banyak yang berdiri, berdesakan karena tdak dapat tempt duduk. Saat itu, oh… Tuhan, beruntungnya aq, tidak perlu berlam-lam berdiri karena udah dapet tempat duduk. Hhehe…
Cwo’tdi yang kelihatannya belagu, hHaha… ternya namanya Mas Sudarmaji, penjaga jalur lintasan kereta api stasiun wonokromo bagian pos tengah. Awal kenal sih, gara aq cerita ke Kakak tinggakat, kuliah di UNEj juga, pada saat itu posisi mas Sudarmaji di Tengah2 antara aq dan Kakak tingkat ku tdi, ceritaku ttg betapa tidak nyamannya aq pulng k jombang naeg Bus, tpi sangat nyamaNnya aq kalo pulng k jombang dengan naeg kereta api. Pokoknya intinya itu aq menjelek-jelekkan Bus, dan membaik-baikkan kereta api.
Dalm perjalanan, baru aq tau ternyata cwo’ tdi itu pegawai kereta api. oH tidak…. Duuh, aq jadi malu bgt saat itu. Tapi beginilah aq, yang cerewet. Gaya wartawannya muncul. Kepada cwo’ tdi aq bertanya ‘Bgaiman awal masuk ke PJKA, berapa lam waktu Pendidikannya, tahap2nya gmana aj, teyus suka dukanya apa, dsb, pokoknya aq tanya2. Sekarng lupa dengan apa yang di obrolkan, tanpa sadar hingga aq dapat numer HPx, saat itu aq sodorkan Hp qu dan aq suruh masukKin nO+namanya sendiri di HP aq. Sempet gag percaya sih,.. masak namanya Sudarmaji. Ya allah… tolong aq, tpi ttg nama itu gag masalah. Dia juga punya nama udara kok “Ahmad Abdullah” yah…
Mas sudarmaji,
. seorang penjaga jalur Lintasan Kereta api
. rajin beribadah
. sayang bgt ma Umminya
. aktivis yang Punya Cemangat&tanggung Jawab
. baik, pokonya beda bgt ma yang lain
. tapi gag punya cwe’. Hus…stt!! Gag menganut iLmu pacaraN.. (hehhehe….)

dimaz gag pake M

Mas Diaz, aq awal kenal dia gara2 temanku, mas ade penyiar radio Citra fm, ganti numer Hp. Saat itu sim cardnya mao dibuang ma Mas Ade, tpi berhubung pulsanya masih 4000, sayang dunk, akhirnya di ambil dah ma tetanggannya namax Diaz ntu tdi.
Hal yang aneh terjadi, gk biasa2nya yang namnya Mas Ade itu punya acara miscal2, saat itu qu sms gne ‘ada apa mas ade, kug miscal2.. gag siaran tah?. Tpi tdak ad balazan. Kejadian ini terjadi kira2 tgl 19 januari 2009, karena saat itu bertepatan dengan jamboree nasional di Sumberboto. Sore harinya ketika aq mao ke Studio citra Fm, untuk member pisang buah panen dari kebun, aq sms Mas Ade gne ‘mas ade agy d studio tah? ni qu mao k studio, ada pisang sedikit. Nah.. tak ada balasan Sms. Akhirnya aku sms Om RuRud, Office boy radio Citra. Dlm sms aq minta Om Rurud untuk nunggu aq di dpan studio. Oke setelah dari studio citra fm, aq pulang.
Di rumah, ada sms dari numernya mas Ade, ‘sorry ne aq tmenx ade, nama kmu sapa?. Hemh..h!! males dunk klo ngomong namaku duluan, teyus smsx aq blzi gne ‘kmu dulu cpa? Kok bisa numernya mas Ade ad di kmu? Ugh.!!. pertamanya sih ngaku naMax ‘Nabil Syahputra’. Hehehe..  dan cpa yang percaya?!. Kemudian aq ingat klo mas Ade punya numer satu lge. Aq telpon di numer satunya, aq marah2, klo emang lupa ma aq, ampe gnti numer gag mao ngasih tau, ok! Yaudah. Teyus mas Ade ngasih tau numer barux, dan kasih tau klo yang bawa numerx yang lam itu namax Diaz, tetangganya.
Okelah, klo jelas seperti itu aq bisa terima. Setelah sekian lama smsan, saling memperkenalkan diri masing2. Mulai berencana untuk ketemuan. Berkali-kali gagal ketemuan. Karena aq yang takut ma Diaz, wajar dunk, sebagai cewe’ jaga diri ma cwo’ yang baru di kenal. Karena rumahnya Diaz di perum GKM, dpan SD situ,, jdi pernah berencana ketemuan di depan SD pas Siang2 jam 11. Tapi gagaL. Saat itu tetep aq ma Mas Diaz smsan. Dan next day berencana ketemuan lagi. Tanggal 24 Maret 2009, setelah pualng dari PIB (program intensif belajar). Sore harinya janjian di perempatan rumahku, hahaha…  katanya seh.. dia pake baju hijau?! Nah,, pas aq ke perempatan rumahku, di situ ada orang juga pake baju hijau, kayaknya tu orang udah tua, uadh bpak2. Hagsh!!!! Masak itu si Diaz itu? Karena takuT, aq kabur k rumah temanku, minta ditemani untuk ketemuan ma Diaz itu tadi. .
Pas aq di rumah temenku, si Diaz tlpon. Katanya dia udah di perempatan rumah. Kemudian aq Tanya, posisi di sebelah mana dan motornya apa. Dia jawb, ad di sebelah timur, pake motor vega R. aku pergi dari rumah temanku, aq balik lagi k perempatan?! Aq berani2kan buad mendatangi seseorang yang ada di sana. Dan…ya Allah, subhannallah.. cakep bgt..hehe…  (hust…t!!)

Setelah itu kita berdua, pergi k Warnet. Karena emang sebelumnya udah janji, klo nantix pas ketemuan aq mao buad’in Diaz Friendster (sebuah accont internet). Selesainya bikin FS, aq diajak nongkrong k Café. Haghs!!! Gaya bgt ni cwo’ nongkrongx di Café. Hehe…  Secara halus aq menolak ajakan itu, ya akhirnya Cuma maem Bakso aj d pasar pon. Kita ngobrol2 sambil maem. Eh, ternyata Diaz uda tau ttg aq duluan, yah paling2 dapet info dari Mas Ade. Maghrib pun tiba, kita memutuskan untk pulang. Sengaja aq lewadkan jaln, melewati rumahku. Saat malem harinya si Diaz sms gne 24/03/09. 18:46. Kurang lama keluar m u dek, seru deh?! Dah makan lagi blm… ehz u td blg m mz ade tha kl qt keluar?!! U skrg ngpain.. <<=’.$.’=>>
Suatu hari kita merencanakan tuk maen bareng k citra Fm, penyambutan yang aneh oleh mas Ade, tauk agh… mas Diaz ma mas Ade bertengkar bercanda’an gtu. Eh! Tpi mas Ade manggilnya kok Nang ya?? Gne katax Mas Ade ‘Nang, Lanang..lapo rene? Tak bongkar semua rhasiamu. Denger seperti itu aq jdi berfikir apaan seh..
Malemya di citra fm di gelar kuis A mild, bkan basa basi. dan Tau ga.. perasaan gak ad yang Namax Anang ikud’an kuis. Kok di akhir pengumuman tersebutlah ‘Anang GKM menjadi pemenang yang beruntung. Ternyata yang namax Diaz Pratama itu tadi adalah Anang Syifudin, yang di awal perkenalan ngaku ‘ Nabil Syahputra. Hehe… 

Diaz, sudah 1 thn aq kenal dia. Satu2nya orang yang saat itu memanggilku ‘Dek..
Diaz, dia pintar, hebat mampu buad aq sempat jatuh cinta padanya walo terlambat.
Diaz, yang uda berani dekati aq. Punya cara sendiri
Diaz, bisa memberi aq rasa sakit. Bisa Membuad aq seneng juga
Diaz, yang pernah jahat ma aq. Juga baeg bgt ma aq.
Diaz..diaz..dan diaz...napa harus diaz..??

Selasa, 04 Mei 2010

rusLan so-sok'an..!!!!

ada temand kuw yang sok bgt, sok IT, padahal yow gag ngerti

Selasa, 13 Oktober 2009

Fikiranku Slalu Ingat KAmu

ada cerita baru, husht..tt!!! temand2, ni loh ada ank nyasar ke UNEJ. yak apa ini?
hHeheh. hidup itu anugeraH, kita harus syukuri apa yang ada. hmmmm, kuliah ndek unej juruzan fisika, sapa yang berencana. semuanya berjaln gtu ajah. mengalirrrr.... ada kesempatan masuk jalur ujian masuk, yauda di ikud'in jah. hari2 menjelang test gag belajar, ngerjakan yah sejalan apa adanya dgn otak ku. lucu bgt, nguatuuk pwoll. tapi alhamdulillah. rejeki keberuntungan yang harus di syukuri dng cara sungguh2. yapz KEBERUNTUNGN KU di dunia pendidika dalm hidup

dan sekarang aq hanya minta dukungn berupa doa, smoga aq tambah pinter, tambah dewasa, tambah cantik, tambah pacar (hehehe) panajng umur, sehat selau. hohohho :)