Sabtu, 07 Juli 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SMP Bintang Jaya Kelas/ semester : IX/ 2 Mata Pelajaran : IPA FISIKA A. Standar Kompetensi 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya. B. Kompetensi dasar 5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya C. Indicator 1. Kognitif a. Kognitif Produk 1. Mendeskripsikan orbit planet mengitari matahari berdasarkan model tata surya. 2. Menjelaskan pengertian asteroid. 3. Menjelaskan pengertian komet. b. Kognitif Proses 1. Membedakan rotasi dan revolusi planet. 2. Menjelaskan karakteristik komet. 3. Membedakan meteor dan meteorit. 2. Psikomotor Menyebutkan contoh asteroid dalam tata surya. 3. Afektif a. Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi : berpikir kreatif, teliti dan bertanggung jawab. b. Mengembangkan keterampilan social meliputi : bertanya, berpendapat, menyumbangkan ide, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi, dan bekerjasama. D. Tujuan pembelajaran 1. Kognitif a. Kognitif Produk 1. Dengan bahan ajar siswa dapat mendeskripsikan orbit planet mengitari matahari berdasarkan model tata surya. 2. Dengan bahan ajar siswa dapat menjelaskan pengertian asteroid. 3. Dengan bahan ajar siswa dapat Menjelaskan pengertian komet. b. Kognitif Proses 1. Dengan bahan ajar siswa dapat Membedakan rotasi dan revolusi planet.. 2. Dengan bahan ajar siswa dapat Menjelaskan karakteristik komet. 3. Dengan diskusi dan tanya jawab siswa dapat membedakan meteor dan meteorit. 2. Psikomotor Siswa dapat menyebutkan contoh asteroid dalam tata surya. 3. Afektif a. Siswa dapat mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi berpikir kreatif, teliti dan tanggung jawab. b. Siswa dapat mengembangkan keterampilan social meliputi : bertanya, berpendapat, menyumbangkan ide, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi dan bekerjasama. E. Materi Anggota Tata Surya F. Model dan metode pembelajaran Model Pembelajaran : - Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning Metode Pembelajaran : Diskusi kelompok,Eksperimen,Observasi,Ceramah. G. Kegiatan a. Pendahuluan • Motivasi dan Apersepsi:  Dapatkah kita mengamati meteor secara langsung?  Mengapa ekor komet selalu menjauhi matahari? • Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan meteor?  Apakah yang dimaksud dengan komet? b. Kegiatan Inti • Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya. • Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan karakteristik anggota tata surya. • Guru membagi tugas kelompok:  1 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik satelit.  1 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik asteroid.  1 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik komet.  1 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik meteroid. • Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain. • Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. • Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai karakteristik anggota tata surya. c. Kegiatan Penutup • Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. • Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. • Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar a. Buku IPA b. Buku referensi yang relevan c. Lingkungan F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian:  Tes tertulis  Penugasan b. Bentuk Instrumen:  Tes PG  Tes uraian  Tes isian  Tugas rumah c. Contoh Instrumen: - Contoh tes PG Anggota tata surya yang memiliki orbit paling lonjong adalah .... a. asteroid c. komet b. planet d. meteroid - Contoh tes isian Posisi planet pada orbit yang jaraknya paling jauh ke matahari dinamakan .... - Contoh tes uraian Mengapa planet-planet dapat beredar mengelilingi matahari? - Contoh tugas rumah Buatlah artikel yang memuat deskripsi karakteristik sebuah planet. ...............,...................... Mengetahui Kepala SMP Guru Mata Pelajaran ......................... .............................. NIP. NIP. Lampiran 1. KELOMPOK : ……………… NAMA :…………………. ………………… Diskusikan ! Bagaimana karakteristik anggota tata surya? jelaskan karakteristik dari - satelit. - asteroid. - komet. - meteroid. LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF NO NAMA KELOMPOK ASPEK YANG DINILAI/ DITINGKATKAN DALAM ANALISIS KASUS DAN SOAL DALAM LKS Ketepatan hasil Kerapian jawaban 1 1 2 3 1 2 3 2 3 4 FORMAT RUBRIK PENILAIAN KELOMPOK Kategori Tingkatan 1 2 3 Ketepatan hasil Jawaban benar 100% Jawaban benar 75% Jawaban benar 50% Kerapian jawaban Jawaban disertai dengan jawaban yang lengkap Kurang lengkap dalam jawaban Ktidak lengkapnya jawaban kriteria skor: 5-6 : istimewa 3-4 : baik 1-2 : kurang LEMBAR PENILAIAN SIKAP NO NAMA SISWA ASPEK YANG DINILAI Bertanya berpendapat Sopan santun, ramah dalam berpendapat atau menerima pendapat JUMLAH SKOR 1 1 2 3 1 2 3 1 2 3 2 3 4 5 6 7 8 9 10 FORMAT RUBRIK PENGAMATAN SIKAP Kategori Tingkatan 1 2 3 Bertanya Mengajukan pertanyaan yang bagus dan sangat terkait Mengajukan pertanyaan yang bagus dan kurang terkait Mengajukan pertanyaan yang gtidak terkait Berpendapat Berpendapat dengan baik dan sangat terkait Berpendapat dengan baik dan kurang terkait Berpendapat dengan tidak baik dan tidak terkait Sopan santun serta ramah dalam berpendapat atau menerima pendapat Sangat sopan dan ramah dalam berpendapat dan menerima pendapat Cukup sopan dan ramah dalam berpendapat dan menerima pendapat Kurang sopan dan ramah dalam berpendapat dan menerima pendapat Kategori skor: 7-9 : istimewa 5-6 : baik 3-4 : kurang

Selasa, 18 Oktober 2011







PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SMA
Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah pengembangan telaah kurikulum sekolah





Disusun oleh :

LISALAMAH ABADYAH (090210102036)

TRI MARDIYANTI RAHAYU (090210102039)





JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2010



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peningkatan mutu pengajaran di sekolah menengah atas telah diupayakan antara lain melalui pelatihan guru. Guru SMA sebagai guru kelas diharapkan mampu melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian guru wajib menguasai semua materi pelajaran yang di ajarkan di SMA. Untuk membantu guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, disamping diberi pelatihan juga telah dibekali panduan pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran.
Manusia diciptakan dengan anugerah akal pikiran yang menyebabkan manusia dapat mengambil suatu sumber pelajaran dari kondisi sekitarnya. Yang dimaksud dalam hal ini adalah interaksi manusia dengan manusia lain, kondisi lingkungan, peristiwa, literature atau bahkan benda yang dapat dijadikan sebagai suatu sumber belajar.
Pengembangan Bahan Ajar ini memberi arahan kepada guru-guru IPA dan Pemandu Bidang Studi serta member petunjuk bagaimana melaksanakan kegiatan pengajaran yang berpusat pada aktivitas siswa, yang sesuai dengan kurikulum, dengan menggunakan system peralatan diharapkan dapat bermanfaat untuk peningkatan mutu pengajaran dan pembelajaran di SMA.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Bahan Ajar?
1.2.2 Mengapa guru perlu mengembangkan Bahan Ajar?
1.2.3 Bagaimana prinsip Pengembangan Bahan Ajar ?
1.2.4 Apa saja jenis Bahan Ajar?
1.2.5 ¬¬Bagaiman penyusunan Bahan Ajar?

1.3 Tujuan
1.3.1 Memahami pengertian Bahan Ajar.
1.3.2 Mengetahui alasan guru perlu pengembangan Bahan Ajar.
1.3.3 Mengetahui prinsip Pengembangan Bahan Ajar.
1.3.4 Mengetahui jenis-jenis Bahan Ajar.
1.3.5 Memahami penyusunan Bahan Ajar.


1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang bisa didapat dari pembuatan makalah ini antara lain :
1.4.1 Bagi penulis
Agar penulis dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya terutama tentang pengembangan bahan ajar untuk SMA.
1.3.2 Bagi pembaca
Sebagai bahan referensi atau sumber untuk mendapatkan pengetahuan tentang pengembangan bahan ajar untuk SMA.





































BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bahan Ajar
Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan atau materi yang disusun secara sistematis yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Bahan tersebut dapat berapa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instruksional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), ketrampilan dan sikap atau nilai.
Materi jenis sikap (aektif) adlah materi yang berkenan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong menolong, semangat dan minat belajar, semangat bekerja.
2.2 Alasan Guru Perlu Mengembangkan Bahan Ajar
Ketersediaan bahan ajar harus sesuai : tuntutan kurikulum, karakteristik sasaran, tuntutan pemecahan masalah belajar. Tujuan dan manfaat Penyusunan Bahan Ajar. Bahan ajar disusun dengan tujuan enyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial siswa. Membantu siswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

2.2.1 Manfaat bagi guru menggunakan bahan ajar
 Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa,
 Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh,
 Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi,
 Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar,
 Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan siswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
 Menambah angka kredit ataupun dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.

2.2.2 Manfaat bagi Siswa menggunakan bahan ajar.
 Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
 Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru.
 Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.
2.2.3 Tujuan Dan Fungsi Bahan Ajar
 Membantu siswa dalam mempelajari sesuatu
Segala informasi yang didapat dari sumber beljar kemudian disusun dalam bentuk bahan ajar. Hal ini kemudian membuka wacana dan wahana baru bagi peserta didik, karena materi ajar yang disampaikan adalah sesuatu yang baru dan menarik.
 Menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar.
Pilihan bahan ajar yang dimaksud tidak terpaku oleh satu sumber saja, melainkan dari berbagai sumber belajar yang dapat dijadikan suatu acuan dalam penyusunan bahan ajar.
 Memudahkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran
Guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran akan termudahkan karena bahan ajar disusun dan disampaikan dengan cara yang bervariatif.
 Agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
Dengan berbagai jenis bahan ajar yang bervariatif diharapkan kegiatan pembelajaran tidak monoton hanya terpaku oleh satu sumber buku atau di dalam kelas saja.
 Pedoman bagi guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan subtansi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
 Pedoman siswa yang akan mengarahkan semua aktifitasnya dalam proses pembelajaran sekaligus subtansi kompetensi yang seharusnya dikuasai.
 Alat evaluasi pencapaian dan penguasaan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.
2.3 Prinsip Pengembangan Bahan Ajar
a) Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak,
b) Pengulangan akan memperkuat pemahaman
c) Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa
d) Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar
e) Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu.
f) Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong siswa untuk terus mencapai tujuan

2.4 Jenis Bahan Ajar
a) Bahan cetak (printed) seperti antara lain :
• Handout
• Buku
• Modul
• Lembar Kerja Siswa
• Brosur
• Leaflet
• Wallchart
• Foto/gambar
• Model/maket

b) Bahan ajar dengar (audio) seperti :
• Kaset/ piringan Hitam/ compact Disk
• Radio

c) Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti :
• video compact disk, film.
• Orang/nara sumber pakar bidang studi


d) Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti :
• CAI (Computer Assisted Instruction)
• compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif
• bahan ajar berbasis web (web based learning materials)

e) Bahan Ajar Interaktif
• Diskusi
• Lingkungan/ pembelajaran diluar kelas
• Praktek dari sebuah materi tertentu.

2.5 Penyusunan Bahan Ajar
2.5.1 Analisis Kebutuhan Bahan Ajar
• Analisis SK-KD-Indikator
• Analisis Sumber Belajar
• Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar
Alur analisis penyusunan bahan ajar:

















Contoh: Analisis SK-KD
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Jenis
B. Ajar

-Menguji daya hantar listrik berbagai larutan untuk membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit
-Merancang
Percobaan
uji elektrolit
-Menyimpulkan
ciri-ciri hantaran
arus lsitrik
dalam berbagai
larutan berdasarkan hasil pengamatan
-Larutan elektrolit
dan non elektrolit
-Ciri-ciri elektrolit
dan non elektrolit
-...........dst
-Menyusun rancangan percobaan untuk mengidentifikasi larutan elektrolit dan non elektrolit
-Diskusi informasi tentang hasil rancangan percobaan.
-Melakukan percobaan daya hantar listrik untuk menentukan ciri-ciri larutan yg bersifat elektrolit dan non elektrolit Buku, LKS
LKS



2.5.2 Penyusunan Peta Bahan Ajar
Standar Kompetensi : Memahami hakikat Biologi sebagai ilmu
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi ruang lingkup Biologi
Materi pembelajaran/Judul bahan Ajar:
• Biologi sbg ilmu
• Ruang ringkup Biologi
• Manfaat belajar biologi
• Kedudukan ilmu biologi
• IPTEK dalam biologi
2.5.4 Penyusunan Bahan Ajar Cetak
a) Susunan tampilan,
b) Bahasa yang mudah,
c) Menguji pemahaman,
d) Stimulan,
e) Kemudahan dibaca,
f) Materi instruksiona.
2.6 Evaluasi dan Revisi
2.6.1 Komponen kelayakan isi mencakup:
a. Kesesuaian dengan perkembangan anak
b. Kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar
c. Kebenaran substansi materi pembelajaran
d. Manfaat untuk penambahan wawasan
e. Kesesuaian dengan nilai moral,dan nilai-nilai sosial
2.6.2 Komponen Kebahasaan mencakup:
a. Keterbacaan
b. Kejelasan informasi
c. Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar
d. Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien (jelas dan singkat)
2.6.3 Komponen Penyajian mencakup:
a. Kejelasan tujuan (indikator) yang ingin dicapai
b. Urutan sajian
c. Pemberian motivasi, daya tarik
d. Interaksi (pemberian stimulus dan respond)
e. Kelengkapan informasi
2.6.4 Komponen Kegrafikan mencakup:
a. Penggunaan font; jenis dan ukuran
b. Lay out atau tata letak
c. Ilustrasi, gambar, foto
d. Desain tampilan







BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sumber belajar dalam dunia pendidikan dpat diartikan sebagai suatu informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai suatu informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media sebagai wahana bagi siswa atau peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku dan membantu siswa tersebut dalam kegiatan pembelajaran sebagai perwujudan dari kurikulum yang telah ditetapakan.
Ruang lingkup bahan ajar mencakup setidaknya:
1. Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat
2. Petunjuk belajar (petunjuk siswa/guru)
3. Kompetensi yang akan dicapai
Jenis-jenis bahan ajar, terdapat empat jenis kelompok, yaitu: bahan ajar cetak, bahan ajar audio, bahan ajar audio visual, dan bahan interaktif.


3.2 Saran
Agar meningkatkan pemahan konsep-konsep mengenai strategi belajar dan pembelajaran. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat serta dapat meningkatkan perhatian terhadap pelajaran strategi mengajar.
Penulis menyadari bahwa tentunya masih banyak kekurangan pada buku ini. Untuk itu kami sangat berterimakasih jika ada komentar dan saran dari pembaca.












DAFTAR PUSTAKA

Hadiat, Nuryani Rustaman, Yeni Hendriani&Darliana.1996. Alam Sekitar Kita: Strategi Belajar Mengajar Untuk IPA SMA. Jakarta: Balai Pustaka

Tim Science Education Quality Improvement Project.1999.Buku Pedoman Guru. Indonesia- German Government Cooperation.

http://ekowinarto.wordpress.com/2009/01/04/pengembangan-bahan-ajar/
[Diakses pada tanggal 29 Oktober 2010 Pukul 13.30 WIB]

http://www.penalaran-unm.org/index.php/artikel-pengajaran/penelitian/116-metode-prinsip-penyusunan.html
[Diakses pada tanggal 29 Oktober 2010 Pukul 13.45 WIB]
http://tizarrahmawan.wordpress.com/2009/11/24/selayang-analisa-penyusunan-dan-struktur/2002: 307-309)
[Diakses pada tanggal 29 Oktober 2010 Pukul 13.50 WIB]
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/03/pengembangan-bahan-ajar.html
[Diakses pada tanggal 30 Oktober 2010 Pukul 11.00 WIB]
http://lussysf.multiply.com/journal/item/114/Analisis_prinsip_pengembangan. [Diakses pada tanggal 30 Oktober 2010 Pukul 11.15 WIB]

PEMBELAJARAN RECIPROCAL




PEMBELAJARAN RECIPROCAL

Disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar Fisika


Oleh :
Lisalamah Abadiyah (090210102036)
Tri Mardiyanti Rahayu (090210102039)
Aulya Nanda Prafitasari (090210102086)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Membaca mungkin salah satu alat yang paling penting untuk mendapatkan pengetahuan. Siswa sekolah Lupakan pergi, kadang-kadang banyak orang dewasa juga gagal untuk memahami informasi yang cukup dari teks yang mereka baca. Membaca dengan pengertian adalah kebiasaan yang perlu menyerap siswa di usia muda. Siswa muda akan perlu menjadi seorang mengajarkan pentingnya membaca terkonsentrasi dan konstruktif, dan karenanya guru sering menggunakan beberapa teknik membaca dan metode pengajaran yang membantu para siswa. Salah satu teknik tersebut adalah teknik mengajar timbal balik, yang merupakan teknik perbaikan, yang ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan pemahaman membaca. ketika siswa berhipotesis apa yang penulis akan membahas berikutnya dalam teks. Untuk melakukan hal ini berhasil, siswa harus mengaktifkan pengetahuan latar belakang yang relevan yang sudah mereka miliki tentang topik. Strategi juga memfasilitasi penggunaan struktur teks sebagai siswa belajar bahwa judul, subpos, dan pertanyaan tertanam dalam teks adalah alat yang berguna untuk mengantisipasi apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Strategi pengajaran reciprocal tidak hanya membantu memahami bacaan tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk memonitor belajar mereka sendiri dan proses berpikir.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa sebenarnya Reciprocal Learning?
1.2.2 Apakah dasar Strategi Reciprocal Learning?
1.2.3 Apakah manfaat dari Reciprocal Learning bagi siswa?
1.2.4 Bagaimana Reciprocal Learning bisa Membantu Guru?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui apa sebenarnya Reciprocal Learning?
1.3.2 Untuk mengetahui dasar Strategi Reciprocal Learning?
1.3.3 Untuk mengetahui manfaat dari Reciprocal Learning bagi siswa?
1.3.4 Untuk mengetahui bagaimana Reciprocal Learning bisa Membantu Guru?





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Reciprocal Learning
Menurut Palincsar, yang memperkenalkan teknik ini, definisi formal Reciprocal Learning adalah sebagai berikut: Reciprocal mengajar mengacu pada kegiatan pembelajaran yang terjadi dalam bentuk dialog antara guru dan siswa mengenai segmen teks yang terstruktur dengan menggunakan empat strategi: meringkas, menghasilkan pertanyaan, menjelaskan, dan memprediksi. Guru dan siswa bergiliran mengasumsikannya. Peran guru dalam memimpin dalam dialog ini. Reciprocal Learning adalah metode pembelajaran kooperatif , di mana terdapat dialog, mengungkapkan pemikiran peserta didik (proses tentang pengalaman belajar bersama). Guru mengajar resiprokal mengasuh melalui keyakinan mereka bahwa pembangunan kolaboratif makna antara mereka dan mahasiswa mengarah ke kualitas yang lebih tinggi dari pembelajaran (Allen, 2003). Mereka bergiliran mengartikulasikan, berpikir keras, berbicara melalui pikiran mereka dengan setiap strategi pembelajaran digunakan. Komunitas belajar dapat memperkuat pemahaman dan untuk melihat, mendengar, dan membenarkan kesalahpahaman yang lain yang mungkin belum jelas. Guru memantau dan mengevaluasi untuk menentukan di mana peran guru diperlukan dalam membantu siswa untuk berhasil dalam menggunakan strategi
Tujuan Reciprocal Learning adalah untuk memfasilitasi upaya kelompok antara guru dan siswa serta antara siswa dalam tugas memaknai suatu permasalahan.

2.2 Dasar Strategi Reciprocal Learning
Ada empat strategi dasar dalam pengajaran timbal balik, yang jika diterapkan ketika membaca, dapat meningkatkan pemahaman dan memungkinkan maksimum memegang informasi dengan mahasiswa dari teks yang diberikan. Strategi-strateginya adalah sebagai berikut:
a. Memprediksi
Ini adalah tahap dimana siswa didorong oleh guru untuk memprediksi atau hipotesa tentang apa yang siswa berpikir penulis akan membahas solusi dalam permasalahan. Sementara itu dalam memprediksi siswa harus sering memanfaatkan pengetahuan latar belakang yang berkaitan dengan subjek yang difokuskan dan akhirnya memperkaya pengalaman belajar dengan mengaitkan pengetahuan baru mereka akan datang di dalam mempredeksi solusi. dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Juga, membantu meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran. Mereka mempelajari tujuan dari bab, subbab, dan pertanyaan yang timbul dalam permasalahan dan dengan demikian dapat dijadikan suatu bahan yang berguna dalam mengantisipasi informasi lebih lanjut.
• Ketika membaca judul dan tujuan dari suatu materi, akan timbul suatu pemikiran tentang permasalahan dalam materi pembelajaran.
• Setelah berfikir tentang apa yang telah dibaca dan di bahas sejauh ini, maka akan timbul permikiran sebuah bertanyaan apa yang akan terjadi selanjutnya.
• Pertanyaan logis dan valid timbul setelah materi pembelajaran dibahas dan diutarakan.

b. Menghasilkan Pertanyaan
Sebagai siswa kita selalu diajarkan untuk mempertanyakan segala sesuatu, karena mengajukan pertanyaan-pertanyaan akan membawa ke informasi lebih lanjut dan lebih jauh. Teknik mempertanyakan dapat memperkuat strategi meringkas dengan mengambil pemahaman pembaca ke tingkat berikutnya pemahaman bacaan. Mempertanyakan mengharuskan siswa untuk memproses dan mengidentifikasi informasi yang hadir untuk mereka dan menganalisis lebih lanjut pentingnya menghasilkan pertanyaan yang valid, yang mereka bisa menjawab sendiri. Strategi ini memiliki keunggulan utama dari fleksibilitas karena siswa dapat diajarkan untuk menghasilkan pertanyaan di berbagai tingkatan.
• Pertanyaan yang timbul setelah mempelajari materi.
• Konsep yang belum dimengeri sepenuhnya dalam materi.
• Timbul rarakeingin tahuan tentang semua hal yang berkaitan dengan materi belajar

c. Klarifikasi (menjelaskan)
Klarifikasi keraguan atau pertanyaan tentang materi didapat ketika membaca sangat penting. Hal ini untuk memahami tingkat pemahaman pada pembelajaran. Hal ini terutama penting saat bekerja dengan siswa yang memiliki riwayat kesulitan pemahaman, karena pada siswa kali mungkin percaya bahwa tujuan membaca adalah mengucapkan kata-kata dengan benar daripada memahami makna yang mendasari dari isi materi. Para siswa kemudian akan memikirkan alasan mengapa ada kesulitan atau kegagalan dalam pemahaman Ketika Anda meminta siswa untuk menjelaskan suatu konsep tertentu dalam teks, perhatian mereka dibawa ke fakta materi yang tidak dipahami. Alasannya mungkin termasuk kosa kata baru, kata referensi tidak jelas, dan bahkan konsep-konsep asing atau agak sulit.
Teknik mengklarifikasi atau menjelaskan membuat siswa sadarkan halangan seperti itu untuk pemahaman dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengembalikan makna. Misalnya membaca ulang materi atau mencari kata-kata sulit atau meminta bantuan cenderung untuk mengembalikan makna dari teks yang sebelumnya un-dipahami.

• Salah satu kata dari materi yang oleh siswa tidak terbiasa dengan itu ...
• kata lain atau konsep tambahan yang perlu untuk penjelasan lebih lanjut dan pemahaman yang lebih baik


d. Manfaat dari Pengajaran Timbal Balik Bagi Siswa
Siswa yang terlibat dalam proses pengajaran timbal balik cenderung belajar seni memeriksa pemahaman mereka sendiri dari material, yang mereka temui. Siswa melakukan ini dengan membuat pertanyaan, menjelaskan konsep dan meringkas informasi penting dari materi. Tidak hanya sistem pengajaran timbal balik manfaat lambat belajar, tetapi juga biasanya mencapai atau di atas rata-rata siswa. Strategi pengajaran timbal balik tidak hanya membantu memahami bacaan tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk memonitor belajar mereka sendiri dan proses berpikir. Struktur dialog dan interaksi para anggota kelompok dalam sistem pengajaran timbal balik mengharuskan semua siswa untuk berpartisipasi dan membina hubungan yang sehat dan dengan demikian membantu menciptakan suasana belajar yang ideal.
Tujuan akhir dari pengajaran timbal balik adalah untuk membantu siswa secara aktif memberi arti bagi kata-kata tertulis, dengan atau tanpa guru . Teknik ini juga memfasilitasi komunikasi peer-to-peer sebagai mahasiswa dengan lebih banyak pengalaman dan keyakinan membantu siswa lain dalam kelompok mereka untuk memecahkan kode dan memahami materi. Siswa yang mengajukan pertanyaan lebih merangsang pemikiran dan pemahaman lebih dalam daripada rekan-rekan mereka.

e. Pengajaran Reciprocal bisa Membantu Guru
Guru yang berencana untuk mengadopsi teknik mengajar timbal balik ke dalam kurikulum mereka harus membuat persiapan mereka untuk hal yang sama baik di muka. Sebuah proses lengkap dengan menjelaskan grafik interogasi, meringkas, mengklarifikasi dan memprediksi strategi sangat dianjurkan untuk para guru terbiasa dengan seluk-beluk pengajaran timbal balik. Setelah guru yang berpengalaman dengan teknik pembelajaran learning dan perencanaan yang memadai harus dilakukan tentang materi yang akan disediakan untuk tujuan instruktif selama fase baru lahir atau belajar sejak tingkat kemampuan siswa harus dipertimbangkan sebelum memilih materi yang menantang. Setelah proses mulai mengajar timbal-balik, sebuah jurnal harian tentang kemajuan siswa harus dipertahankan untuk melacak kinerja siswa Selain ini, guru dapat memeriksa pemahaman siswa dengan meminta siswa untuk menjawab pertanyaan dan menulis ringkasan materi.
Mendengarkan siswa selama dialog juga menjadi sarana yang berharga bagi guru untuk menentukan apakah siswa belajar strategi dan manfaat dari mereka Sistem pengajaran timbal balik tidak hanya memfasilitasi prosedur mengajar rutin tetapi juga membantu guru memahami tingkat menggenggam, dan kemampuan pemahaman keseluruhan setiap siswa. Namun tingkat monitoring dapat dibuat kurang sering sebagai siswa menjadi lebih mahir dalam memantau kinerja mereka sendiri dan kemajuan. Guru harus memahami tahap-tahap awal pengajaran timbal balik membutuhkan pemantauan terus menerus dan evaluasi kinerja untuk mengetahui jenis pendukung yang siswa butuhkan.

f. Kendala
Untuk lima, tahun terakhir Palincsar dan Brown (1985) telah melakukan serangkaian penelitian untuk menentukan efektivitas pengajaran timbal balik bekerja. Awal Penelitian dilakukan orang dewasa oleh tutor yang bekerjasma dengan siswa sekolah menengah. Para siswa diketahui sebagai decoder cukup memadai namun sangat comprehenders miskin. Instruksi berlangsung selama 20 hari berturut-turut di sekolah. Efektivitas dievaluasi dengan memiliki siswa membaca ayat-ayat tentang 450-500 kata-kata panjang dan menjawab pertanyaan pemahaman 10 dari ingat instruksi. Para siswa menyelesaikan lima dari ayat-ayat pengajaran timbal balik sebelum instruksi dimulai. Kinerja pada bagian ini penilaian menunjukkan bahwa semua eksperimental mencapai kriteria kinerja, kecuali satu dari siswa yang diidentifikasi sebagai akurasi 70 persen untuk empat dari lima hari berturut-turut.







BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Reciprocal mengajar adalah metode pembelajaran kooperatif model pembelajaran di mana dialog alam dan mengungkapkan pemikiran peserta didik 'proses tentang pengalaman belajar bersama. Peran mendasar dari interaksi sosial (dialog) dalam pengembangan kognitif. Berpikir keras dan diskusi bantuan pemikiran di klarifikasi dan revisi berpikir dan belajar, karena itu mengembangkan kognitif.
Tujuan pengajaran timbal balik adalah untuk memfasilitasi upaya kelompok antara guru dan siswa serta antara siswa dalam tugas membawa makna materi pembelajaran. Secara ringkas, setiap strategi dipilih sebagai alat membantu siswa untuk membangun makna dari teks dan juga sebagai alat pemantauan membaca mereka untuk memastikan bahwa mereka sebenarnya memahami apa yang mereka baca.

cool edit pti



PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA COOL EDIT
Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran






Disusun oleh :
Tri Mardiyanti R. (090210102039)
Nur Aziza (090210102058)
Taufiq Ansori (090210102074)
Rica Ayu B. (090210102081)







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2011




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia komputer telah mencapai perkembangaan yang sangat mengagumkan. Hampir semua bidang pekerjaan di dunia telah dikendalikan oleh komputer. komputer juga amat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Bahkan komputer telah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah.
Dalam bidang pengajaran, komputer memungkinkan untuk terselenggaranya proses belajar mengajar jarak jauh, atau pembelajaran tanpa tatap muka. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Kekuatan komputer sebagai sarana pengembangan fisika adalah dimungkinkannya dibuat sistem multimedia yang interaktif, sehingga pengguna dapat bersifat aktif. Komputer juga memungkinkan adanya individualisasi dalam belajar fisika sehingga materi ajar dan latihan dapat disusun sesuai dengan model perkembangan pengguna. Dalam fisika ada dua gejala yang dapat divisualisasikan, yaitu (1) yang berkaitan dengan gerak seperti mekanika, gelombang, gerak elektron dan sebagainya; (2) yang tidak berkaitan dengan gerak seperti garis gaya listrik, pola interferensi, difraksi, dan lain sebagainya.
Merupakan kenyataan sejarah bahwa ilmu Fisika adalah dasar utama dan paling penting dalam kemajuan teknologi. Fisika melahirkan revolusi informasi sejak diciptakannya semikonduktor sebagai bagian terpenting dari prosesor dalam computer, bahkan konsep internet dirintis oleh orang fisika. Hamper seluruh komponen elektronika dan konsepnya dirintis oleh para ahli fisika: Ohm, Coulomb, Ampere, Volt, Tesla, Maxwel, Gauss, Hertz dan lain-lain. Sedangkan mesin-mesin, kontruksi, pemanfaatan gelombang tidak lepas dari dinamika gerak ilmu fisika.
Ilmu fisika adalah jantung dalam kemajuan teknologi saat ini. Dengan demikian, mengingat pentingnya ilmu fisika dalam kemajuan sains dan teknologi saat ini, maka dalam mempelajari ilmu fisika kita butuh alat sebagai media penyampaian. Contohnya dalam pembelajaran fisika pada materi gelombang, khususnya gelombang dan getaran kita dapat menggunakan multimedia software yang biasa dikenal dengan nama CoolEdit. Dan untuk keperluan tersebut, sangatlah penting menyediakan sebanyak mungkin fasilitas media pendukung penyampaian materi pembelajaran. Media penyampaian tersebut membantu mahasiswa dalam memahami ilmu fisika dengan baik.
Salah satu fenomena fisis yang menarik dan ayng paling banyak dimanfaatkan adalah gelombang. Hampir seluruh dunia keteknikan berhubungan dengan gelombang dan menggunakan prinsip-prinsipnya. Bahkan pada dasarnya gelombang ada dimanapun dalam kehidupan kita. Sadar maupun tidak beberapa hal yang sering kita lihat sesungguhnya banyak memanfaatkan gelombang. Suara, cahaya, televise, microwave, internet, computer, handphone, dan banyak lagi ternyata adalah fenomena pemanfaatan gelombang.
Gelombang suara atau sound terjadi dari getaran pita suara diperkuat di dalam diafragma kemudian diteruskan ke udara dan menyebabkan molekul udara merapat dan meregang secara bergantian ke segala arah, membentuk muka gelombang dan getaran-getaran. Semakin keras berteriak energy yang disebarkan dalam bentuk gelombang semakin besar.
Namun, terkadang karena kesulitan dalam menggambar bentuk gelombang suara (bunyi), dalam kebanyakan kasus gelombang suara dilukiskan sebagai gelombang transversal. Pemanfaatan multimedia CoolEdit sebagai media pembelajaran fisika dalam penyampaian materi tentang gelombang. CoolEdit dapat menggambarkan bentuk gelombang suara dan menggambaran getaran yang ditimbulkan oleh sumber suara (bunyi). Ada suatu ketika kita hendak menyesuikan (menala) sebuah nada (frekuensi) tertentu, ketika nada hamper sesuai dengan nada acuan (standart), terjadi suara keras-lemah. Dengan software multimedia CoolEdit dapat mempermudah kita menyatukan dua nada (gelombang suara, gelombang bunyi) yang dibunyikan bersamaan dengan frekuensi berbeda. Kasus gelombang suara dilukiskan sebagai gelombang transversal, yang maksudnya untuk menunjukkan amplitudonya. Bahwa amplitude membesar dan mengecil secara periodic, dan kita tahu bahwa amplitude sebanding dengan energy gelombang (dan intensitasnya) atau keras lemah sebuah suara. Dengan demikian secara fisika, penggunaan CoolEdit untuk media pembelajaran materi gelombang dan getaran, sekarang dapat kita pahami mengapa suara keras-lemah secara bergantian, hal ini disebabkan gelombang membesar dan mengecil secara periodic.






1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka muncul permasalahan sebagai berikut:
Bagaimanakah mengembangkan perangkat lunak multimedia Cool Edit yang interaktif untuk pembelajaran fisika pokok bahasan bunyi dan getaran.

1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat lunak multimedia Cool Edit untuk membantu pembelajaran mata pelajaran Fisika pada pokok bahasan bunyi dan getaran.

























BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengenalan Cool Edit
Cooledit Pro merupakan Salah satu software yang digunakan untuk meng-edit suara (editing sound) dengan bermacam-macam extensi file suara. Software ini lebih mudah dioperasikan daripada software editing sound yang lainnya.Di dalam cool edit pro banyak terdapat menu effect. Cool Edit Pro juga dapat membuat Suara rekaman yang bisa disisipi lagu atau istilahnya backsong.
Software ini merupakan tool editing music yang cukup baik karena berbagai macam fitur diberikan. memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai operasi dengan data audio sebagai media yang menampilkan gambar gelombang dari file audio, penyaringan serta menerapkan berbagai efek audio.
Cool Record Edit termasuk klik dan derak filter untuk membersihkan piringan hitam, sebuah filter suara untuk rekaman kaset-kaset, dan equalizer untuk meningkatkan kualitas suara dari semua rekaman.
Cool edit adalah software yang digunakan untuk mengedit file-file yang berekstensi mp3, wav, cda, cel dan sebagainya yang mendukung format suara.
Fitur Utama CoolEdit yaitu:
 Rekaman:
Rekam file audio baru dari mikrofon atau sumber suara lain
 Mengedit:
Membuka, membuat dan menyimpan file audio. Memutar file audio atau apapun didalamnya. Visual mengedit file audio (Cut, Copy, Delete, Paste, Paste From File, Mix, Mix Dari File dan Sisipkan atau kebisingan atau kesunyian Hapus file audio.)
 Record / Edit Stasiun professional
Editor audio digital yang memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai operasi dengan file audio: potong, salin dan paste (dengan unlimited menggunakan fungsi pembatalan), trek campuran (mix), menambahkan berbagai efek ke rekaman audio. Program ini tidak hanya mendata dan memainkan suara, tetapi juga memungkinkan impor dan ekspor file audio dalam berbagai format (WAV, AIFF, MP3 dan OGG, dll). Best Music Record Edit Station memungkinkan untuk penyesuaian dalam modus spectrogram, analisis frekuensi.


Fitur lain dari CoolEdit:
 Mendigitalkan rekaman suara dan menyimpannya sebagai format yang didukung.
 Real-time visual: bar, gelombang, spectrogram, spektrum, meteran tingkat, dll.
 Merekam audio data dari mikrofon atau perangkat input lain yang tersedia.
 Menampilkan jendela gelombang file audio dan menerapkan zooming.
 Edit file audio visual (Cut, Copy, Hapus Pilihan, Hapus Diam, Tempel, Mix Tempel, Mix From File, Edit Channel).
 Terapkan berbagai efek (memperkuat, Compressor, Delay, Fade In dan Fade Out, Flanger, Invert, Normalisasikanlah, Phaser, Reverb, Reverse, Silence, Stretch, vibrato, dll).
 Terapkan filter yang berbeda untuk setiap bagian yang dipilih file audio (bandpass Filter, Filter Highpass Filter HighShelf, Lowpass Filter, LowShelf Filter, Notch Filter, Filter Peak EQ).
 Masukkan kebisingan atau kesunyian.
 Menyimpan format file audio yang lain.
 Menambah dan mengedit informasi tambahan ke file audio Anda (Album, Artis, Komentar, Copyright, Genre, Judul, Tahun)



Gambar : Contoh tampilan judul program CoolEdit

2.2 Manfaat Cool Edit
Cool edit pro adalah software yang digunakan untuk mengedit file-file yang berekstensi mp3, wav, cda, cel dan sebagainya yang mendukung format suara. Pada pembahasan kali ini kita akan mencoba menggabungkan (mixing) suara dalam hal ini lagu, antara lagu yang satu dengan yang lainnya, dan berbagai efek yang bisa digunakan dalam cool edit pro 2.0.
Editing music atau mp3 yaitu melakukan pemotongan dan penggabungan suatu lagu atau mp3. Fungsi melakukan editing disini diantaranya jika kita ingin membuat sebuah kombinasi musik dari beberapa lagu yang dijadikan satu, semisal untuk backsound pembuatan film, slide presentasi, atau untuk dance yang mana sering membutuhkan beberapa lagu. Bisa juga untuk membuat ringtone dari sebuah music, agar bisa sesuai dengan bagian yang kita inginkan maka perlu dipotong terlebih dahulu.
Sebenarnya fungsi yang diberikan software cool edit pro ini sangat banyak dan jika bisa memanfaatkannya bisa jadi tool yang sangat powerful. Berbagai efek dan konfigurasi mixing juga disediakan dalam software ini.
CoolEdit memiliki beberapa fitur yang layak disebut dan pengujian. Pertama, ia memiliki built-in sinkronisasi gelombang otak dan memiliki fungsi yang memungkinkan untuk menghasilkan nada. Nada dapat digunakan untuk membuat frekuensi binaural beat. Para nada yang dihasilkan dapat tumpang tindih ke latar belakang putih, merah muda, atau cokelat kebisingan. Ini bernama suara berwarna-warni pada dasarnya statis-terdengar latar belakang yang membuat efek Ganzfield di pikiran Anda, menciptakan latar belakang berulang-ulang sehingga nada mempunyai efek lebih.







2.3 Metode Penggunaan Cool Edit
1. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah buka program cool edit pro seperti
terlihat pada gambar di bawah ini.



2. Pilih file open, masukkan lagu-lagu yang anda punyai.
Pada gambar di bawah ini saya memasukkan lagu rocker juga manusia miliknya
serious band dan lagu berlalu miliknya the fly, seperti terlihat pada gambar

Pada saat lagu dimainkan waktu yang ada di toolbarnya akan berjalan.


3. Langkah berikutnya adalah mainkan lagu pertama sampai kira-kira waktu
menunjukkan 20 detik kemudian klik stop. Dan bloklah lagu tersebut.
Lagu dalam keadaan terblok dari detik awal sampai deti ke 20,190

4. Copykan dengan cara pilih menu edit → copy to new. Maka pada daftar lagu
yang terbuka akan bertambah 1 file lagu yang bertuliskan rocker juga manusia 2.
5. Lakukan hal yang sama pada lagu kedua, blok lagu pada detik sesuai selera anda dan copy file tersebut seperti yang di jelaskan di atas.
Sekarang tampilan cool edit pro menjadi seperti berikut:

Ada 2 file baru hasil pengcopyan tadi.

6. Sekarang klik 2x pada lagu yang baru tercipta, pada penjelasan ini saya mengklik file rocker juga manusia 2.
7. Blok semua area kerja dari cool edit pro sampai tampilannya menjadi agak keabuabuan.
seperti terlihat pada gambar:




Hasil pemblokan dari file
8. Kemudian pilih menu edit → copy.
9. Kemudian double klik file yang kedua, dalam hal ini saya mengklik file the fly
berlalu 2.
10. Kemudian klik pada tool bar paling kiri pojok bawah yang bertuliskan go to end
or next cue, fungsinya supaya lagu the fly 2 tersebut berada pada paling akhir
lagu. Kemudian klik paste.


go to end or next cue

Hasil setelah di paste file yang pertama
11. Klik tombol play. Nah sekarang dengarkan hasil mixing atau penggabungan dua
lagu yang berbeda menjadi satu file.
Dalam hal ini anda bebas melakukan paste dimana aja sesuai selera, diawal,
tengah-tengah ataupun diakhir.
Langkah selanjutnya yang akan kita lakukan adalah menambahkan effect pada
lagu tersebut.
12. Pilih tab effect atau menu effect, terlihat efek-efek yang dapat kita gunakan untuk
memodifikasi suara (lagu). Pada pembahasan ini kita akan menggunakan efek
special → distortion.
13. Pada keadaan file terblok pilih tab effect→ special→ distortion dan klik 2x.
Seperti terlihat pada gambar




14. Pada preset pilihlah background noise dan klik preview, anda juga dapat
menggeser kurva yang ada sesuai dengan selera anda. kemudian dengarkan dan
rasakan perbedaan dari suara awalnya. Anda dapat mencoba mencoba bagian
yang lain pada menu preset. Ataupun di menu effect.

2.4 Cool Edit untuk Media Pembelajaran.
Dalam dunia pendidikan terutama disiplin ilmu yang berhubungan dengan sensor suara, dan pengolahan data suara, mempelajari gelombang suara adalah sebuah kaharusan. Sekarang kita pandang gelombang suara sebagai mana adanya, yaitu sebuah gelombang suara muncul dengan getaran yang ditimbulkan. Jika sumber suara memancarkan gelombang suara maka energy secara merata akan disebarkan ke seluruh arah. Kemudian oleh yang menerima gelombang suara (pendengar), energy persatuan waktu (atau daya) tersebut diterima. Energy suara ini semakin kecil ketika menjauhi sumber suara.

Gambar Bentuk Gelombang Ucapan “Merdeka” Asli


Gambar Bentuk Gelombang Ucapan “Merdeka” Sintesis


Gambar Bentuk Spektogram Ucapan “Merdeka” Asli


Gambar Bentuk Spektogram Ucapan “Merdeka” Sintesis

Dari hasil percobaan dengan CoolEdit, didapatkan bahwa overlap-add dari unit ucapan memberikan hasil yang masih dapat diterima. Meskipun beberapa kali muncul ‘klik/pop’. Secara umum bentuk sinyal ucapan di atas mirip, namun pada sinyal ucapan terlihat beberapa bagian sambungan yang masih kurang natural. Representasi spektogram dari kata “merdeka” ditunjukkan dalam. Dari data yang ditampilkan di atas, terlihat kemiripan pada bentuk gambaran gelombang atau getaran suara spektogram sinyal ucapan sintesis dan sinyal ucapan asli, dimana komponen-komponen frekuensi relatif sama.


2.5 Penggambaran Pelayangan Suara dengan Cool Edit
Jika anda seorang yang cukup sering menggunakan alat music, peristiwa pelayangan sesungguhnya sudah tidak asing lagi. Peristiwa ini sering dialami seorang yang sedang melalkukan “penyematan” alat music. Ada suatu saat ketika kita hendak menyesuaikan (menala) sebuah nada (frekuensi) tertentu, ketika nada hamper sesuai dengan nada acuan (standart), terjadi suara kera- lemah secara bergantian. Ini adalah peristiwa pelayangan suara (dalam bahas aslinya disebut beats). Pelayangan suara terjadi karena dua nada (gelombang suara) yang dibunyikan bersamaan dengan frekuensinya sedikit berbeda. Kita perhatikan bahwa amplitude gelombang tidak konstan, namun juga berisolasi secara periodic. Jika kita sketsa dengan CoolEdit bagaimanakah bentuk gelombang, maka akan kita peroleh hasil interferensi yang unik, dimana gabungan dua gelombang suara menghasilkan gelombang baru yang amplitudonya membesar dan mengecil.
Pada gambar berikut ini CoolEdit dapat memperlihatkan sebuah contoh penggabungan (interferensi) dua gelombang suara dengan amplito dan frekuensi dengan memiliki sedikit perbedaan. Untuk menggambarkan fungsi gelombang hasil pelayangan ini digunakan program


Efek pelayangan karena dua gelombang yang frekuensinya sedikit berbeda.
Telah kita lihat bahwa amplido


(seperti pada gambar) membesar dan mengecil secara periodic, dan kita tahu bahwa amplitude sebanding dengan energy gelombang (dan intensitasnya) atau keras-lemah sebuah suara. Dengan demikian secara fisika, sekarang dapat kita fahami mengapa suara lemah-keras secara bergantian dalam peristiwa pelayangan suara itu terjadi, hal ini disebabkan energy dari gelombang membesar dan mengecil secara periodic.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jika dilihat dari kekayaan dan kelengkapan materi, penulisan makalah ini memang tidak cukup kaya jika dibandingkan buku-buku teks. Untuk itu sangat di sarankan untuk pembaca melihat referensi dari berbagai sumber terkait yang relevan. Nemun demikian, materi yang ada dalam makalah saya ini, disusun menurut cara berpikir sederhana,
Bobot matematis dalam penulisan makalah saya ini pun kurang lebih sedemikian dikarenakan kemampuan yang dimiliki dirasa kurang memadai. Karena kebanyakan isi dari makalah ini, mengambil dari berbagai sumber buku-buku, maupun sumber lain, yakni internet dan wawancara (bertanya). Makalah ini hadir untuk memenuhi tugas mata kuliah media pembelajaran.
Penulis sangat menyadari, karena begitu banyaknya kekurangan dalam makalah ini, maka dengan senang sekali penulis akan menerima saran-saran dari pembaca baik dari kalangan pengajar maupun pembaca dari rekan-rekan mahasiswa, demi perbaikan dan kesempurnaan penulisan makalah dikemudian hari.
Semoga ikhtiar kecil saya sebagai penulis menjadi amal kebaikan yang brmanfaat.

3.2 Saran
Agar lebih memahami konsep dasar guna mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
















DAFTAR PUSTAKA

Arsyad Azhar.2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada
Halliday, David dan Recnick, Robert, Fisika Jilid I Edisi Ketiga, Erlangga, 1990
On, Tjia, May, Gelombang, Dabara Publissher, Solo, 1994.
Tippler, Fisika Jilid I Untuk Sains dan Teknik, Elangga, 1998
http://pakarti.wordpress.com diakses pada tanggal 2 April 2010. Pukul 19.00 WIB
http://edywihardjo.blog.unej.ac.id diakses pada tanggal 2 April 2010. Pukul 19.00 WIB
http://ilmukomputer.org/2009/05/05/belajar-editing-sound-menggunakan-cool-edit-pro-20/ diakses pada tanggal 7 April 2010. Pukul 10.00 WIB.
http://pakarfisika.wordpress.com/2008/07/27/software-pembelajaran-fisika/ diakses pada tanggal 7 April 2010. Pukul 10.00 WIB.
www.physicsclassroom.com diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 11.00 WIB
http://openpdf.com/ebook/menggunakan-cool-edit-pdf.html diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 13.00 WIB.
http://siteresources.worldbank.org/INTINDONESIAINBAHASA/Resources/Publication/Rakom.pdf diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 13.30 WIB
http://yantobdg.co.cc/download/Pembuatan-Audio.pdf diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 13.30 WIB
http://yudiagusta.files.wordpress.com/2009/11/172-176-snsi06-28-text-to-speech- bahasa-indonesia-menggunakan-concatenation-syntesizer-berbasis-fonem.pdf diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 13.30 WIB

cool edit

PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA COOL EDIT
Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran






Disusun oleh :
Tri Mardiyanti R. (090210102039)
Nur Aziza (090210102058)
Taufiq Ansori (090210102074)
Rica Ayu B. (090210102081)







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2011




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia komputer telah mencapai perkembangaan yang sangat mengagumkan. Hampir semua bidang pekerjaan di dunia telah dikendalikan oleh komputer. komputer juga amat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Bahkan komputer telah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah.
Dalam bidang pengajaran, komputer memungkinkan untuk terselenggaranya proses belajar mengajar jarak jauh, atau pembelajaran tanpa tatap muka. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Kekuatan komputer sebagai sarana pengembangan fisika adalah dimungkinkannya dibuat sistem multimedia yang interaktif, sehingga pengguna dapat bersifat aktif. Komputer juga memungkinkan adanya individualisasi dalam belajar fisika sehingga materi ajar dan latihan dapat disusun sesuai dengan model perkembangan pengguna. Dalam fisika ada dua gejala yang dapat divisualisasikan, yaitu (1) yang berkaitan dengan gerak seperti mekanika, gelombang, gerak elektron dan sebagainya; (2) yang tidak berkaitan dengan gerak seperti garis gaya listrik, pola interferensi, difraksi, dan lain sebagainya.
Merupakan kenyataan sejarah bahwa ilmu Fisika adalah dasar utama dan paling penting dalam kemajuan teknologi. Fisika melahirkan revolusi informasi sejak diciptakannya semikonduktor sebagai bagian terpenting dari prosesor dalam computer, bahkan konsep internet dirintis oleh orang fisika. Hamper seluruh komponen elektronika dan konsepnya dirintis oleh para ahli fisika: Ohm, Coulomb, Ampere, Volt, Tesla, Maxwel, Gauss, Hertz dan lain-lain. Sedangkan mesin-mesin, kontruksi, pemanfaatan gelombang tidak lepas dari dinamika gerak ilmu fisika.
Ilmu fisika adalah jantung dalam kemajuan teknologi saat ini. Dengan demikian, mengingat pentingnya ilmu fisika dalam kemajuan sains dan teknologi saat ini, maka dalam mempelajari ilmu fisika kita butuh alat sebagai media penyampaian. Contohnya dalam pembelajaran fisika pada materi gelombang, khususnya gelombang dan getaran kita dapat menggunakan multimedia software yang biasa dikenal dengan nama CoolEdit. Dan untuk keperluan tersebut, sangatlah penting menyediakan sebanyak mungkin fasilitas media pendukung penyampaian materi pembelajaran. Media penyampaian tersebut membantu mahasiswa dalam memahami ilmu fisika dengan baik.
Salah satu fenomena fisis yang menarik dan ayng paling banyak dimanfaatkan adalah gelombang. Hampir seluruh dunia keteknikan berhubungan dengan gelombang dan menggunakan prinsip-prinsipnya. Bahkan pada dasarnya gelombang ada dimanapun dalam kehidupan kita. Sadar maupun tidak beberapa hal yang sering kita lihat sesungguhnya banyak memanfaatkan gelombang. Suara, cahaya, televise, microwave, internet, computer, handphone, dan banyak lagi ternyata adalah fenomena pemanfaatan gelombang.
Gelombang suara atau sound terjadi dari getaran pita suara diperkuat di dalam diafragma kemudian diteruskan ke udara dan menyebabkan molekul udara merapat dan meregang secara bergantian ke segala arah, membentuk muka gelombang dan getaran-getaran. Semakin keras berteriak energy yang disebarkan dalam bentuk gelombang semakin besar.
Namun, terkadang karena kesulitan dalam menggambar bentuk gelombang suara (bunyi), dalam kebanyakan kasus gelombang suara dilukiskan sebagai gelombang transversal. Pemanfaatan multimedia CoolEdit sebagai media pembelajaran fisika dalam penyampaian materi tentang gelombang. CoolEdit dapat menggambarkan bentuk gelombang suara dan menggambaran getaran yang ditimbulkan oleh sumber suara (bunyi). Ada suatu ketika kita hendak menyesuikan (menala) sebuah nada (frekuensi) tertentu, ketika nada hamper sesuai dengan nada acuan (standart), terjadi suara keras-lemah. Dengan software multimedia CoolEdit dapat mempermudah kita menyatukan dua nada (gelombang suara, gelombang bunyi) yang dibunyikan bersamaan dengan frekuensi berbeda. Kasus gelombang suara dilukiskan sebagai gelombang transversal, yang maksudnya untuk menunjukkan amplitudonya. Bahwa amplitude membesar dan mengecil secara periodic, dan kita tahu bahwa amplitude sebanding dengan energy gelombang (dan intensitasnya) atau keras lemah sebuah suara. Dengan demikian secara fisika, penggunaan CoolEdit untuk media pembelajaran materi gelombang dan getaran, sekarang dapat kita pahami mengapa suara keras-lemah secara bergantian, hal ini disebabkan gelombang membesar dan mengecil secara periodic.






1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka muncul permasalahan sebagai berikut:
Bagaimanakah mengembangkan perangkat lunak multimedia Cool Edit yang interaktif untuk pembelajaran fisika pokok bahasan bunyi dan getaran.

1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat lunak multimedia Cool Edit untuk membantu pembelajaran mata pelajaran Fisika pada pokok bahasan bunyi dan getaran.

























BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengenalan Cool Edit
Cooledit Pro merupakan Salah satu software yang digunakan untuk meng-edit suara (editing sound) dengan bermacam-macam extensi file suara. Software ini lebih mudah dioperasikan daripada software editing sound yang lainnya.Di dalam cool edit pro banyak terdapat menu effect. Cool Edit Pro juga dapat membuat Suara rekaman yang bisa disisipi lagu atau istilahnya backsong.
Software ini merupakan tool editing music yang cukup baik karena berbagai macam fitur diberikan. memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai operasi dengan data audio sebagai media yang menampilkan gambar gelombang dari file audio, penyaringan serta menerapkan berbagai efek audio.
Cool Record Edit termasuk klik dan derak filter untuk membersihkan piringan hitam, sebuah filter suara untuk rekaman kaset-kaset, dan equalizer untuk meningkatkan kualitas suara dari semua rekaman.
Cool edit adalah software yang digunakan untuk mengedit file-file yang berekstensi mp3, wav, cda, cel dan sebagainya yang mendukung format suara.
Fitur Utama CoolEdit yaitu:
 Rekaman:
Rekam file audio baru dari mikrofon atau sumber suara lain
 Mengedit:
Membuka, membuat dan menyimpan file audio. Memutar file audio atau apapun didalamnya. Visual mengedit file audio (Cut, Copy, Delete, Paste, Paste From File, Mix, Mix Dari File dan Sisipkan atau kebisingan atau kesunyian Hapus file audio.)
 Record / Edit Stasiun professional
Editor audio digital yang memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai operasi dengan file audio: potong, salin dan paste (dengan unlimited menggunakan fungsi pembatalan), trek campuran (mix), menambahkan berbagai efek ke rekaman audio. Program ini tidak hanya mendata dan memainkan suara, tetapi juga memungkinkan impor dan ekspor file audio dalam berbagai format (WAV, AIFF, MP3 dan OGG, dll). Best Music Record Edit Station memungkinkan untuk penyesuaian dalam modus spectrogram, analisis frekuensi.


Fitur lain dari CoolEdit:
 Mendigitalkan rekaman suara dan menyimpannya sebagai format yang didukung.
 Real-time visual: bar, gelombang, spectrogram, spektrum, meteran tingkat, dll.
 Merekam audio data dari mikrofon atau perangkat input lain yang tersedia.
 Menampilkan jendela gelombang file audio dan menerapkan zooming.
 Edit file audio visual (Cut, Copy, Hapus Pilihan, Hapus Diam, Tempel, Mix Tempel, Mix From File, Edit Channel).
 Terapkan berbagai efek (memperkuat, Compressor, Delay, Fade In dan Fade Out, Flanger, Invert, Normalisasikanlah, Phaser, Reverb, Reverse, Silence, Stretch, vibrato, dll).
 Terapkan filter yang berbeda untuk setiap bagian yang dipilih file audio (bandpass Filter, Filter Highpass Filter HighShelf, Lowpass Filter, LowShelf Filter, Notch Filter, Filter Peak EQ).
 Masukkan kebisingan atau kesunyian.
 Menyimpan format file audio yang lain.
 Menambah dan mengedit informasi tambahan ke file audio Anda (Album, Artis, Komentar, Copyright, Genre, Judul, Tahun)



Gambar : Contoh tampilan judul program CoolEdit

2.2 Manfaat Cool Edit
Cool edit pro adalah software yang digunakan untuk mengedit file-file yang berekstensi mp3, wav, cda, cel dan sebagainya yang mendukung format suara. Pada pembahasan kali ini kita akan mencoba menggabungkan (mixing) suara dalam hal ini lagu, antara lagu yang satu dengan yang lainnya, dan berbagai efek yang bisa digunakan dalam cool edit pro 2.0.
Editing music atau mp3 yaitu melakukan pemotongan dan penggabungan suatu lagu atau mp3. Fungsi melakukan editing disini diantaranya jika kita ingin membuat sebuah kombinasi musik dari beberapa lagu yang dijadikan satu, semisal untuk backsound pembuatan film, slide presentasi, atau untuk dance yang mana sering membutuhkan beberapa lagu. Bisa juga untuk membuat ringtone dari sebuah music, agar bisa sesuai dengan bagian yang kita inginkan maka perlu dipotong terlebih dahulu.
Sebenarnya fungsi yang diberikan software cool edit pro ini sangat banyak dan jika bisa memanfaatkannya bisa jadi tool yang sangat powerful. Berbagai efek dan konfigurasi mixing juga disediakan dalam software ini.
CoolEdit memiliki beberapa fitur yang layak disebut dan pengujian. Pertama, ia memiliki built-in sinkronisasi gelombang otak dan memiliki fungsi yang memungkinkan untuk menghasilkan nada. Nada dapat digunakan untuk membuat frekuensi binaural beat. Para nada yang dihasilkan dapat tumpang tindih ke latar belakang putih, merah muda, atau cokelat kebisingan. Ini bernama suara berwarna-warni pada dasarnya statis-terdengar latar belakang yang membuat efek Ganzfield di pikiran Anda, menciptakan latar belakang berulang-ulang sehingga nada mempunyai efek lebih.







2.3 Metode Penggunaan Cool Edit
1. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah buka program cool edit pro seperti
terlihat pada gambar di bawah ini.



2. Pilih file open, masukkan lagu-lagu yang anda punyai.
Pada gambar di bawah ini saya memasukkan lagu rocker juga manusia miliknya
serious band dan lagu berlalu miliknya the fly, seperti terlihat pada gambar

Pada saat lagu dimainkan waktu yang ada di toolbarnya akan berjalan.


3. Langkah berikutnya adalah mainkan lagu pertama sampai kira-kira waktu
menunjukkan 20 detik kemudian klik stop. Dan bloklah lagu tersebut.
Lagu dalam keadaan terblok dari detik awal sampai deti ke 20,190

4. Copykan dengan cara pilih menu edit → copy to new. Maka pada daftar lagu
yang terbuka akan bertambah 1 file lagu yang bertuliskan rocker juga manusia 2.
5. Lakukan hal yang sama pada lagu kedua, blok lagu pada detik sesuai selera anda dan copy file tersebut seperti yang di jelaskan di atas.
Sekarang tampilan cool edit pro menjadi seperti berikut:

Ada 2 file baru hasil pengcopyan tadi.

6. Sekarang klik 2x pada lagu yang baru tercipta, pada penjelasan ini saya mengklik file rocker juga manusia 2.
7. Blok semua area kerja dari cool edit pro sampai tampilannya menjadi agak keabuabuan.
seperti terlihat pada gambar:




Hasil pemblokan dari file
8. Kemudian pilih menu edit → copy.
9. Kemudian double klik file yang kedua, dalam hal ini saya mengklik file the fly
berlalu 2.
10. Kemudian klik pada tool bar paling kiri pojok bawah yang bertuliskan go to end
or next cue, fungsinya supaya lagu the fly 2 tersebut berada pada paling akhir
lagu. Kemudian klik paste.


go to end or next cue

Hasil setelah di paste file yang pertama
11. Klik tombol play. Nah sekarang dengarkan hasil mixing atau penggabungan dua
lagu yang berbeda menjadi satu file.
Dalam hal ini anda bebas melakukan paste dimana aja sesuai selera, diawal,
tengah-tengah ataupun diakhir.
Langkah selanjutnya yang akan kita lakukan adalah menambahkan effect pada
lagu tersebut.
12. Pilih tab effect atau menu effect, terlihat efek-efek yang dapat kita gunakan untuk
memodifikasi suara (lagu). Pada pembahasan ini kita akan menggunakan efek
special → distortion.
13. Pada keadaan file terblok pilih tab effect→ special→ distortion dan klik 2x.
Seperti terlihat pada gambar




14. Pada preset pilihlah background noise dan klik preview, anda juga dapat
menggeser kurva yang ada sesuai dengan selera anda. kemudian dengarkan dan
rasakan perbedaan dari suara awalnya. Anda dapat mencoba mencoba bagian
yang lain pada menu preset. Ataupun di menu effect.

2.4 Cool Edit untuk Media Pembelajaran.
Dalam dunia pendidikan terutama disiplin ilmu yang berhubungan dengan sensor suara, dan pengolahan data suara, mempelajari gelombang suara adalah sebuah kaharusan. Sekarang kita pandang gelombang suara sebagai mana adanya, yaitu sebuah gelombang suara muncul dengan getaran yang ditimbulkan. Jika sumber suara memancarkan gelombang suara maka energy secara merata akan disebarkan ke seluruh arah. Kemudian oleh yang menerima gelombang suara (pendengar), energy persatuan waktu (atau daya) tersebut diterima. Energy suara ini semakin kecil ketika menjauhi sumber suara.

Gambar Bentuk Gelombang Ucapan “Merdeka” Asli


Gambar Bentuk Gelombang Ucapan “Merdeka” Sintesis


Gambar Bentuk Spektogram Ucapan “Merdeka” Asli


Gambar Bentuk Spektogram Ucapan “Merdeka” Sintesis

Dari hasil percobaan dengan CoolEdit, didapatkan bahwa overlap-add dari unit ucapan memberikan hasil yang masih dapat diterima. Meskipun beberapa kali muncul ‘klik/pop’. Secara umum bentuk sinyal ucapan di atas mirip, namun pada sinyal ucapan terlihat beberapa bagian sambungan yang masih kurang natural. Representasi spektogram dari kata “merdeka” ditunjukkan dalam. Dari data yang ditampilkan di atas, terlihat kemiripan pada bentuk gambaran gelombang atau getaran suara spektogram sinyal ucapan sintesis dan sinyal ucapan asli, dimana komponen-komponen frekuensi relatif sama.


2.5 Penggambaran Pelayangan Suara dengan Cool Edit
Jika anda seorang yang cukup sering menggunakan alat music, peristiwa pelayangan sesungguhnya sudah tidak asing lagi. Peristiwa ini sering dialami seorang yang sedang melalkukan “penyematan” alat music. Ada suatu saat ketika kita hendak menyesuaikan (menala) sebuah nada (frekuensi) tertentu, ketika nada hamper sesuai dengan nada acuan (standart), terjadi suara kera- lemah secara bergantian. Ini adalah peristiwa pelayangan suara (dalam bahas aslinya disebut beats). Pelayangan suara terjadi karena dua nada (gelombang suara) yang dibunyikan bersamaan dengan frekuensinya sedikit berbeda. Kita perhatikan bahwa amplitude gelombang tidak konstan, namun juga berisolasi secara periodic. Jika kita sketsa dengan CoolEdit bagaimanakah bentuk gelombang, maka akan kita peroleh hasil interferensi yang unik, dimana gabungan dua gelombang suara menghasilkan gelombang baru yang amplitudonya membesar dan mengecil.
Pada gambar berikut ini CoolEdit dapat memperlihatkan sebuah contoh penggabungan (interferensi) dua gelombang suara dengan amplito dan frekuensi dengan memiliki sedikit perbedaan. Untuk menggambarkan fungsi gelombang hasil pelayangan ini digunakan program


Efek pelayangan karena dua gelombang yang frekuensinya sedikit berbeda.
Telah kita lihat bahwa amplido


(seperti pada gambar) membesar dan mengecil secara periodic, dan kita tahu bahwa amplitude sebanding dengan energy gelombang (dan intensitasnya) atau keras-lemah sebuah suara. Dengan demikian secara fisika, sekarang dapat kita fahami mengapa suara lemah-keras secara bergantian dalam peristiwa pelayangan suara itu terjadi, hal ini disebabkan energy dari gelombang membesar dan mengecil secara periodic.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jika dilihat dari kekayaan dan kelengkapan materi, penulisan makalah ini memang tidak cukup kaya jika dibandingkan buku-buku teks. Untuk itu sangat di sarankan untuk pembaca melihat referensi dari berbagai sumber terkait yang relevan. Nemun demikian, materi yang ada dalam makalah saya ini, disusun menurut cara berpikir sederhana,
Bobot matematis dalam penulisan makalah saya ini pun kurang lebih sedemikian dikarenakan kemampuan yang dimiliki dirasa kurang memadai. Karena kebanyakan isi dari makalah ini, mengambil dari berbagai sumber buku-buku, maupun sumber lain, yakni internet dan wawancara (bertanya). Makalah ini hadir untuk memenuhi tugas mata kuliah media pembelajaran.
Penulis sangat menyadari, karena begitu banyaknya kekurangan dalam makalah ini, maka dengan senang sekali penulis akan menerima saran-saran dari pembaca baik dari kalangan pengajar maupun pembaca dari rekan-rekan mahasiswa, demi perbaikan dan kesempurnaan penulisan makalah dikemudian hari.
Semoga ikhtiar kecil saya sebagai penulis menjadi amal kebaikan yang brmanfaat.

3.2 Saran
Agar lebih memahami konsep dasar guna mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
















DAFTAR PUSTAKA

Arsyad Azhar.2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada
Halliday, David dan Recnick, Robert, Fisika Jilid I Edisi Ketiga, Erlangga, 1990
On, Tjia, May, Gelombang, Dabara Publissher, Solo, 1994.
Tippler, Fisika Jilid I Untuk Sains dan Teknik, Elangga, 1998
http://pakarti.wordpress.com diakses pada tanggal 2 April 2010. Pukul 19.00 WIB
http://edywihardjo.blog.unej.ac.id diakses pada tanggal 2 April 2010. Pukul 19.00 WIB
http://ilmukomputer.org/2009/05/05/belajar-editing-sound-menggunakan-cool-edit-pro-20/ diakses pada tanggal 7 April 2010. Pukul 10.00 WIB.
http://pakarfisika.wordpress.com/2008/07/27/software-pembelajaran-fisika/ diakses pada tanggal 7 April 2010. Pukul 10.00 WIB.
www.physicsclassroom.com diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 11.00 WIB
http://openpdf.com/ebook/menggunakan-cool-edit-pdf.html diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 13.00 WIB.
http://siteresources.worldbank.org/INTINDONESIAINBAHASA/Resources/Publication/Rakom.pdf diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 13.30 WIB
http://yantobdg.co.cc/download/Pembuatan-Audio.pdf diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 13.30 WIB
http://yudiagusta.files.wordpress.com/2009/11/172-176-snsi06-28-text-to-speech- bahasa-indonesia-menggunakan-concatenation-syntesizer-berbasis-fonem.pdf diakses pada tanggal 8 April 2010. Pukul 13.30 WIB